Biksu Buddha ditemukan tewas dipenggal di Bangladesh

Polisi Bangladesh mengatakan seorang biksu Buddha berusia 75 tahun tewas dipenggal di tenggara distrik Bandarban. Menurut polisi, tubuh biksu tersebut ditemukan di dalam sebuah kuil.

Dalam catatan terakhir, kelompok agama minoritas banyak yang terbunuh. Begitu pula para aktivis sekuler dan akademisi. Lebih dari 20 orang tewas, diduga dibunuh oleh kelompok ekstremis Islam dalam tiga tahun belakang ini.

BBC melaporkan, Sabtu (14/5), biksu Maung Shue U Chak diserang setidaknya oleh empat orang di kuil di Baishari, 350 kilometer tenggara Ibu Kota Dhaka, sumber kepolisian.

Sebelum Uc Chak, dua aktivis gay, seorang mahasiswa hukum dan seorang dosen juga dibunuh bulan lalu. Pada Februari, kasus serupa juga ditemukan, seorang pendeta Hindu dipenggal di utara Bangladesh.

Kelompok ISIS dan afiliasi militan Al Qaidah Bangladesh mengklaim bertanggung jawab. Selain dari kelompok agama minoritas, ISIS juga dituding kerap menyerang masjid-masjid Muslim Syiah dan kuil-kuil. Dua orang asing di Bangladesh pernah menjadi sasaran mereka, seorang pekerja Italia dan seorang ahli pertanian asal Jepang pada 2015.

Di awal bulan ini, diketahui Singapura mendeportasi delapan orang Bangladesh yang disebut anggota dari kelompok ISIS di Bangladesh (ISB). Mereka dituding merencanakan penyerangan.

Meski begitu, pemerintah Bangladesh masih menyangkal bila negaranya telah disusupi kelompok ISIS. Mayoritas muslim di sana secara resmi sekuler. Banyak kalangan mengkritik pemerintah yang gagal mengatasi sejumlah serangan pembunuhan itu.
(merdeka.com) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)