Aksi Tolak Demo 2 Desember Terjadi di Berbagai Daerah Semakin Menguat

Sikap penolakan terhadap rencana dalam demonstrasi 2 Desember di Jakarta menguat akhir-akhir ini. Tak hanya di Ibu Kota Jakarta, penolakan dari kepala daerah maupun tokoh agama juga terjadi di berbagai daerah di Tanah Air.

Di Kalimantan Timur, Gubernur Awang Faroek Ishak dengan tegas melarang warganya ikut demonstrasi di Jakarta.

"Iya, karena pemikiran mereka radikal," kata Awang di Markas Kodam VI Mulawarman di Jalan Jenderal Soedirman, Balikpapan, dikutip dari Antara.

Di Jawa Barat, Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat juga mengimbau umat muslim untuk tidak ikut-ikutan unjuk rasa ke Jakarta.

"Kami mengimbau demikian arena disinyalir tujuannya aksi sudah keluar dari tujuan. MUI mencium ada agenda lain. Intinya dari informasi yang dimiliki MUI bahwa mudharatnya lebih besar," kata Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Safei di Bandung.

MUI Jawa Barat, kata dia, juga memandang aksi 2 Desember itu lebih banyak dampak negatifnya.
"Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat termasuk pengurus MUI kota dan kabupaten sampai tingkat kecamatan serta desa agar tidak ikut dalam aksi tersebut," kata dia.

Dia menuturkan untuk masyarakat yang tetap berunjuk rasa, MUI hanya mengimbau jangan membawa nama MUI.

"Jadi untuk menyampaikan aspirasi dengan demonstrasi itu hak warga negara, akan tetapi sebaiknya untuk menyampaikan pendapat dalam masalah ini lebih baik tidak dengan demo, tempuh jalur yang lebih baik," kata Rachmat.

Di Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga mengimbau warganya agar tidak ikut demonstrasi ke Jakarta pada 2 Desember.

"Kalau bisa jangan ke Jakartalah, di Surabaya saja, sama aku, ngapain juga ke sana," kata Risma di Surabaya, hari ini.

Risma mengatakan pada tanggal 2 nanti di Surabaya akan diselenggarakan acara di Balai Kota Surabaya dengan menyediakan banyak makanan. Yaitu acara Maulid Nabi.

"Di sini saja, saya pesan banyak tumpeng, makan-makan saja di sini, siapa nanti yang makan tumpengnya kalau warga ke Jakarta semua," kata Risma.

Sikap kepala daerah dan tokoh agama tersebut ditujukan untuk merespon rencana kelompok yang menamakan diri Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa MUI untuk demonstrasi pada 2 Desember. Demonstrasi rencananya akan diselenggarakan di Jalan M. H. Thamrin sampai Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

Demonstrasi ini merupakan lanjutan dari aksi 4 November untuk menuntut penahanan terhadap Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.(suara.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Langkah Cepat Sri Mulyani Membenahi Anggaran Negara

PESUGIHAN DENGAN CARA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN NYI BLORONG (ULAR CANTIK)