Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Ahok: Karena Cuma Nonton Sepotong, 62% Warga DKI Percaya Saya Nistakan Agama

Gambar
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bicara soal kasus dugaan penistaan agama yang menimpanya. Dia mengatakan banyak penduduk di Jakarta yang percaya dirinya menistakan agama.

"Yang penting survei turun, karena banyak orang, ternyata 56 persen yang tidak pakai ponsel pintar. Jadi 56 persen ini kita sebarkan, mereka tidak tahu. 62 persen warga Jakarta percaya saya menista agama, karena hanya menonton yang sepotong," papar Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Ahok menyampaikan yang dilihat masyarakat kebanyakan adalah potongan video di media sosial. Ia mengatakan saat itu tidak berniat menistakan agama.

"Kalau mau lihat keseluruhan, ya tinggal lihat video saya di Pulau Seribu. Tidak terlihat saya menista," ujarnya.

Kemudian Ahok melanjutkan, hal itulah yang terjadi saat ini walaupun kepuasan terhadap kinerja dirinya termasuk tinggi. "Ini yang terjadi pada kita. Beberapa orang tidak memilih walaupun kepuasan …

Kasus Penistaan Agama P21, Ahok: Kita Buktikan di Pengadilan

Gambar
Jakarta - Kejagung segera melimpahkan berkas perkara dugaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke pengadilan. Bagaimana tanggapan sang cagub DKI petahana?

"Kalau sudah masuk P21 ya biasanya akan cepat masuk di pengadilan. Tetapi saya belum ada surat pemanggilan," kata Ahok kepada wartawan di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Ahok tak mau komentar panjang soal hal ini. Termasuk soal pernyataan Jampidum Noor Rachmad yang menyatakan fakta yang teliti menggambarkan perbuatan yang dilakukan memenuhi unsur Pasal 156 dan 156 a KUHP.

"Saya tidak mau banyak berkomentar jauh. Saya tidak tahu. Nanti kita buktikan saja di pengadilan," kata Ahok.

Lalu apakah Ahok merasa kasus ini menganggu kampanyenya di Pilgub DKI? "Kalau bagi saya sendiri suruh cuti saja sudah penganggu bagi petahana seperti saya," katanya.

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah selesai menelaah kasus Basuki T Purnama dan segera melimpahkan berkas perkara ke pengadilan…

Divonis Seumur Hidup karena Korupsi, Ini Aset Brigjen Teddy yang Dirampas

Gambar
Jakarta - Brigjen Teddy Hernayadi dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan Militer II Jakarta. Selain itu, aset kekayaannya juga dirampas untuk menutupi kerugian negara.

Majelis hakim yang diketuai Brigjen Deddy Suryanto membuka sidang tersebut untuk umum. Selain terdakwa Brigjen Teddy, sidang juga dihadiri orditur Brigjen TNI, Rachmad Suhartoyo, kuasa hukum terdakwa Letkol CHK Martin Ginting, dan panitera pengganti Arief Rachman.

"Menimbang kerugian negara atas perbuatannya, menetapkan kepada panitera menyita aset yang dimiliki," ujar Brigjen Deddy dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi II, Jalan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/11/2016).

Dalam dakwaannya, odirtur militer tinggi meminta majelis hakim untuk merampas aset milik terdakwa. Selain merampas, barang bukti yang disita dalam perkara ini juga dimusnahkan.

Berikut aset Brigjen Teddy yang diminta dirampas:

1. Mobil Toyota Prado
2. Mobil Toyota Camry
3. Dua buah jetsky yamaha
4. Motor Ducati Monster 
5. …

Waduk Gajah Mungkur Jebol, Itu Hoax

Gambar
SOLO – Informasi meresahkan terkait kondisi Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri beredar melalui aplikasi chatting dan media sosial, Rabu (30/11/2016).  Info yang diserbarluaskan via broadcast itu meminta warga bersiaga lantaran waduk tersebut jebol.
Berikut bunyi informasi tersebut: “Diumumkan kepada seluruh warga bantaran sungai bengawan solo dan sekitarnya, Dimohon waspada, di karenakan hujan yg turun dgn deras maka pada sekitar pukul 21:30-00:00 pintu 3-6 akan di buka secara bertahap tergantung situasi, karena itu dimohon kepada seluruh warga bantaran sungai bengawan solo, dimohon bersiap untuk evakuasi jika memang diperlukan.” “Tolong share dgn yg lain lur.”

Pemuda Muhammadiyah: Kalau Ada Makar, Kami Siap di Belakang Presiden

Gambar
Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan komitmen melawan isu makar. Dahnil menyebut Pemuda Muhammadiyah ikut menjaga kebhinnekaan di Indonesia. 

"Kalau ada yang ingin menurunkan presiden, kalau ada isu makar, Pemuda Muhammadiyah siap berada di belakang Republik Indonesia, siap bersama Presiden," ujar Dahnil dalam penutupan Tanwir I Pemuda Muhammadiyah di Hotel Narita, Cipondoh, Tangerang, Rabu (30/11/2016).

Dahnil dalam acara yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo mengatakan tekad mengawal keberagaman. "Kami punya komitmen untuk ikuti saja jadwal demokrasi," imbuhnya.

Dalam penutupan Tanwir I, salah satu poin yang disepakati adalah integritas. Mereka sepakat korupsi harus dilawan bersama-sama.

"Kita memang antitoleransi, tapi (antitoleransi) kepada koruptor. Kita ingin perlawanan terhadap koruptor itu sama ketika ada penista agama, karena korupsi adalah penistaan agama yang sesungguhnya," kata Dahnil.

Sah! Setya Novanto Jadi Ketua DPR Lagi

Gambar
Jakarta - DPR secara resmi berganti ketua. Lewat paripurna, anggota DPR setuju posisi Ketua DPR berganti dari Ade Komarudin ke Setya Novanto. 

Rapat paripurna berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016). Wakil Ketua DPR Fadli Zon memimpin rapat paripurna dengan didampingi oleh pimpinan lainnya yaitu Agus Hermanto, Fahri Hamzah, dan Taufik Kurniawan. 

Ade Komarudin tidak hadir di rapat paripurna ini. Sementara itu, Novanto hadir untuk dilantik. 

Pimpinan DPR kemudian bertanya ke tiap fraksi soal pergantian ketua DPR ini. Mereka setuju dengan berbagai pesan. Di akhir, Fadli Zon kembali bertanya untuk memastikan

"Apakah pergantian ketua DPR dari Ade Komarudin ke Setya Novanto dapat disetujui?" tanya Fadli.

"Setuju!" jawab para anggota. 

Prosesi pelantikan kemudian dimulai. Setya Novanto maju ke depan ruang paripurna dan surat keputusan dibacakan. (imk/imk)

KSPI Tetap Gelar Demo di Depan Istana Pada 2 Desember

Gambar
Jakarta - Polri telah mengimbau kepada massa buruh untuk menunda unjuk rasa sampai aksi 2 Desember. Namun, massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tetap akan menggelar demo di hari yang bersamaan dengan aksi Bela Islam III. 

"Iya betul, nanti kita akan melakukan aksi mogok nasional bentuknya unjuk rasa tanggal 2 Desember, dan ini rencananya diikuti di 20 provinsi tetapi yang baru konfirmasi sekitar 16 provinsi," ujar Ketua KSPI Said Iqbal saat dihubungi detikcom, Rabu (30/11/2016).

Said memperkirakan jumlah massa yang akan ikut sekitar 10 ribu sampai 50 ribu. "Rencananya masuk ke depan Istana dengan titik kumpul di Balai Kota," imbuhnya.

Said mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan ke Mabes Polri terkait rencana aksi mogok nasional itu. Rencananya, massa akan melakukan orasi di depan kawasan Istana Merdeka dengan titik kumpul di depan Balai Kota DKI. 

"Kami juga sudah koordinasi dengan Munarman selaku koorla…

Dihukum Seumur Hidup, Brigjen Teddy Selewengkan Dana Pembelian F16 dan Apache

Gambar
Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Brigjen Teddy Hernayadi terkait korupsi anggaran di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Belakangan diketahui Teddy menyelewengkan anggaran alat utama sistem persenjataan (alusista) milik TNI.

"Perbuatan terdakwa mengakibat kerugian terhadap alusista milik TNI yang seharusnya bisa digunakan untuk menjaga NKRI," ujar ketua majelis hakim Brigjen Deddy Suryanto dalam sidang yang terbuka untuk umum di Pengadilan Milliter Tinggi II, Jalan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (30/11/2016).

Deddy mengatakan anggaran tersebut seharusnya dapat digunakan untuk modernisasi alutsista TNI sehingga bisa melindungi kedaulatan Indonesia.

"Sehingga alutsista TNI menjadi terhambat kemajuannya karena Kemenhan kesulitan melakukan pembayaran yang jatuh tempo," bebernya.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Teddy menyelewengkan anggaran pembelian helikopter Apache dan pesawat tempur F16.…

Cawagub Djarot: Saya Prihatin Ahok 'Mengunci' Mulutnya

Gambar
Jakarta - Calon wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat menyampaikan keprihatinan soal perubahan sikap pasangannya di Pilkada DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal itu karena Ahok yang lebih ingin 'mengunci' mulutnya.

"Saya prihatin Ahok mengunci mulutnya, seharusnya jangan kunci tetapi hanya jaga perkataan saja. Selama tidak membentak, boleh saja," ujar Djarot saat kampanye di Jl KH Abdul Wahab RT 01, RW 06, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (30/11/2016).

Djarot sendiri mengatakan saat ini Jakarta sudah berubah di beberapa lokasi. Salah satunya adalah wilayah Kalijodo yang sudah berubah.

"Bukan saya memuji Pak Ahok, kadang-kadang dia urat takut nya sudah putus. Dalam arti positif loh ya. Kalau santun saja, aduh dibohongi," lanjut Djarot.

Pada Selasa kemarin Cagub DKI Ahok mengaku sudah mengubah gaya bicaranya. Dia berubah menjadi kalem dan santun. 
Ahok mengaku kini lebih diam dan kalem. Sang istri, Veronica Tan jug…

Panglima TNI Sindir 'Ustaz Online' yang Bertebaran di Media Sosial

Gambar
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan tantangan pemuda saat ini adalah media sosial. Jenderal bintang empat ini menceritakan saat ini banyaknya 'ustaz online' yang bertebaran di dunia maya.

"Sekarang ini berbahaya ustaz-ustaz socmed. Tidak kuliah. Enggak perlu kuliah, yang penting buka internet, dengan menyadur ayat Al-Quran, adinda, kakanda," kata Gatot Nurmantyo di UIN Syarif Hidayatullah, Tangsel, Selasa (29/11/2016).

Gatot mengatakan, saat ini ponsel pintar dan gadget telah menjadi teman curhatkalangan anak muda. Menurut Gatot, saat ini, masyarakat tidak kurang dari 18 jam bergantung pada gadget.

Mantan KSAD ini juga mengatakan banyak oknum ustaz online tersebut tanpa belajar ilmu agama namun mudah berfatwa. Oknum tersebut, kata Gatot, berpotensi memprovokasi masyarakat.

"Ada ulama-ulama online, enggak usah punya ilmu agama. Tinggal punya HP, tinggal buka, masukkan ayat," jelas Gatot.

Gatot mengatakan, jika ingin selamat dunia dan akhira…

Apel Nusantara Bersatu, Kapolri Berikat Kepala Merah Putih

Gambar
Ribuan orang yang terdiri atas pemuda, pelajar, polisi, TNI, dan PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pagi ini menggelar apel nasional bertajuk "Apel Nasional Nusantara Bersatu". Apel yang rencananya juga dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ini jika sesuai jadwal dimulai pada pukul 07.00 WIB. Pantauan VIVA.co.id di lokasi, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan telah tiba. Keduanya hadir dengan mengenakan ikat kepala merah putih. Selain itu, ratusan pelajar dan pemuda mulai tiba dan parkir di lapangan Irti Monas. Pengamat: Jakarta Selalu Jadi Magnet Urbanisasi
Arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka mulai macet, karena puluhan bus yang mengangkut pelajar menurunkan para pelajar peserta apel. Mereka semua tampak mengenakan ikat kepala merah putih di kepalanya. Tak ketinggalan, para petugas TNI dan polisi juga kompak mengenakan ikat kepala merah putih dalam acara tersebut. Suasana di Silang Monas sudah mulai ramai oleh …

Kemendagri: Revisi UU Ormas Permudah Pemberian Sanksi Ormas Bermasalah

Gambar
Pemerintah berencana merevisi terkait Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo mengatakan, revisi dilakukan untuk mempermudah pemberian sanksi kepada ormas yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. 
"Salah satu poin revisi terkait masalah ormas yang selalu membuat situasi onar dan ormas yang bertentangan dengan Pancasila," ucap Soedarmo usai Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri di Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Selasa (29/11/2016).
Soedarmo menuturkan, selama ini pemerintah kesulitan untuk menjatuhkan sanksi kepada ormas yang anti-Pancasila. Itu karena, tahapan pemberian sanksi dalam UU Ormas dinilai terlalu rumit.
"Untuk memberikan sanksi kepada ormas yang melakukan pelanggaran kan terlalu berbelit-belit. Enggak praktis," tutur Soedarmo.
Nantinya, kata Soedarmo, RUU tersebut akan mempermudah …

Ahok: Saya Bukan Pemimpin, Saya Ini Pelayan Bapak dan Ibu…

Gambar
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, banyak yang tidak mau memilih dia karena tidak ingin memilih pemimpin kafir. Padahal, kata Basuki, dia tidak ingin menjadi pemimpin, melainkan pelayan warga Jakarta. “Saya bukan pemimpin, saya pegawai atau pelayan Bapak dan Ibu,” ujar Basuki atau Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Rabu (30/11/2016). Ahok mengatakan, dia bekerja tanpa libur untuk melayani warga Jakarta. Biasanya, orang bekerja hanya Senin sampai Jumat saja. Waktu akhir pekan digunakan untuk beristirahat.
Namun, menjadi pelayan Jakarta membuat Ahok harus bekerja tiap hari. Bahkan kegiatannya lebih padat di akhir pekan. Ahok sering menggunakan waktu akhir pekannya untuk mendatangi pernikahan warga. Sesekali Ahok juga menghadiri pernikahan anggota PPSU dan PNS di kampung-kampung. “Pegawai sudah setengah mati kerja buat kita. Jadi kalau Sabtu atau Minggu, kita datang,” ujar Ahok. Meski demikian, dia senang menjadi pelayan untuk warga Jakarta. Sebab, dia bisa memba…

Kembalikan Uang Rp 10 Juta, Mang Atang Diberi Hadiah Rp 100 Ribu

Gambar
Sukabumi - Juru parkir asal Kampung Ciangsana, Cikembang, Sukabumi, Atang Sukarman (54) atau akrab disapa Mang Atang tak tergiur meski peluang mendapatkan materi ada di depan mata. Prinsip hidupnya sederhana: tak mau mengambil hak orang lain.

"Lebih baik dibilang orang nggak punya daripada punya tapi mengambil hak orang lain," kata Mang Atang di rumahnya, Rabu (30/11/2016).

Mang Atang jadi pembicaraan teman-teman dan warga tempatnya bekerja, kawasan ruko Cikembang, Sukabumi, karena mengembalikan uang Rp 10 juta yang ditemukan di Jl Raya Sukabumi-Palabuhanratu, Cikembang, Senin (28/11). Si pemilik yang kemudian diketahui bernama Deni, hendak menyetorkan uang itu ke bank. Dia menghadiahkan selembar uang Rp 100 ribu ke Mang Atang.


Mang Atang awalnya mengaku menolak hadiah itu. Dia merasa tak perlu mendapat hadiah, sebab memang hanya ingin mengembalikan. Tak ada motif lainnya.

"Saya tahu rasanya kehilangan barang. Dulu pernah kehilangan dokumen. Rasanya kalut, resah, dan jadi b…

Orasi Damai Aa Gym dan Alasannya Naik Kuda ke Acara Apel Nusantara Bersatu

Gambar
Bandung - KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym memberangkatkan sekitar 4.500 jemaahnya untuk mengikuti Apel Nusantara Bersatu di Lapangan Gasibu, Bandung, Jawa Barat. Dari atas kuda, dia membakar semangat ribuan peserta.

Dari video yang dilihat detikcom di Youtube, Kamis (30/11/2016) Aa Gym nampak gagah menaiki kuda di tengah ribuan peserta. Dia memakai kemeja lengan panjang warna putih dipadu celana panjang hitam, serta sorban warna merah-putih.

Para peserta yang akan mengikuti Apel Nusantara Bersatu yang diberangkatkan Aa Gym ini merupakan pelajar SMP, SMK dan SMA Daarut Tauhid, santri Tahfidz Quran, para guru dan pengasuh pesantren, juga jemaah Masjid Daarut Tauhid dari berbagai usia.

Aa Gym kemudian memulai orasinya kepada ribuan peserta yang kompak mengenakan ikat kepala berwarna merah-putih. Dia mengawali orasi dengan mengajak seluruh peserta berzikir.

"Kalau berteriak Allaahu Akbar satu telunjuk diangkat ke atas," kata Aa Gym membakar semangat peserta. Ajakan itu pun kompak…

Giliran Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang Makan Siang dengan Jokowi

Gambar
Presiden Joko Widodo menerima Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11/2016) siang. Mengenakan batik bernuansa hitam, Zulkifli tiba di Istana Merdeka pukul 13.10 WIB. Jokowi langsung menyambutnya dan mengajak ke sebuah ruangan untuk menikmati makan siang bersama. Di meja makan, sudah disiapkan berbagai hidangan seperti ikan gurame, telur sambal, dan sayur asem. Sembari menikmati santap siang, Jokowi dan Zulkifli tampak berbincang santai. Pertemuan Jokowi dan Zulkifli ini merupakan kelanjutan konsolidasi pasca unjuk rasa besar-besaran di sekitar Istana pada 4 November lalu. Aksi unjuk rasa itu untuk menuntut proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dilaporkan menista agama. Pasca unjuk rasa itu, Jokowi menemui para ulama, kesatuan TNI-Polri hingga bersilaturahmi dengan ketua umum partai politik. Sebelumnya, Jokowi sudah menerima Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno…

"Saat Bapak Ahok Jadi Tersangka, Kami Sekeluarga Menangis..."

Gambar
Seorang warga dari Srengseng Sawah, Jagakarsa, bernama Siti Umiyah, datang seorang diri ke Rumah Lembang untuk bisa bertemu calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Siti menyampaikan dukungannya kepada Basuki atau Ahok. "Saya muslim sejak kecil, tapi saya sangat sayang dengan Pak Ahok. Keluarga saya mendukung Pak Ahok," ujar Siti di Rumah Lembang, Menteng, Rabu (30/11/2016). "Saat Bapak menjadi tersangka, kami sekeluarga menangis. Kami tidak ingin Pak Ahok ditahan, kami ingin Pak Ahok jadi gubernur kami," ucap Siti sambil terisak pelan.
Siti mengatakan, sebenarnya tujuannya datang ke Rumah Lembang sekaligus untuk membuktikan kepada teman-teman pengajiannya.
Siti mengatakan teman-temannya sempat meragukan bahwa orang biasa bisa berjumpa Ahok dengan mudah. Mereka meminta Siti untuk menunjukkan bukti berupa foto bersama Ahok.
Jika berhasil, mereka bersedia ikut Siti datang ke Rumah Lembang. "Saya berusaha naik Uber dari pagi untuk ketemu Pak Ahok, kena…

Waspadai Penebar Dusta yang Masih Bertebaran

Gambar
Jakarta - Presiden, Kapolri, sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah angkat bicara untuk melarang penyebaran berita bohong atau fitnah di media sosial. Namun tangan-tangan jail penebar dusta masih saja bertebaran di dunia maya.

Akhir-akhir ini, lini masa media sosial begitu penuh dengan informasi-informasi yang tak jelas ujung pangkalnya. Di antara informasi-informasi itu, ada yang memiliki tingkat keisengan sedemikian serius. Bagaimana tidak, ada pihak yang dengan sengaja mendesain, atau mengubah desain, suatu tampilan sedemikian rupa sehingga kabar bohong yang mereka sebarkan seolah-olah nyata dan bersumber dari situs berita kredibel.

detikcom, portal berita kesayangan Anda, pernah menjadi korban. Pada awal November, berita detikcom di-screenshot, diedit menjadi provokatif, lalu disebar di media sosial. Kekuatan kredibilitas detikcom disalahgunakan untuk memancing kemarahan publik.


Dan kini kejadian serupa terulang.

Pada Selasa (29/11) sore hingga malam hari, beredar di media sosial …

Sri Mulyani : Kalau Ingin Kaya Jangan JADI PNS

Gambar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, jika ingin menjadi kaya, jangan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dia menyarankan anak muda menjadi pebisnis jika ingin menjadi miliuner.

Hal ini diungkapkan Menteri Sri Mulyani menanggapi penangkapan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini. Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegak Hukum Direktorat Jenderal pajak Kementerian Keuangan dengan inisial HS ditangkap karena menerima suap dari Direktur PT EKP dengan inisial RRN.

"Dan saya mengatakan kepada pegawai Kemenkeu, kalau tujuan kaya bukan di Kemenkeu, jadi pebisnis saja di luar silakan," tuturnya di Hotel Aston, Bogor, Sabtu (26/11).

Menurutnya, pemerintah tidak menjanjikan kekayaan dengan menjadi PNS. Pemerintah akan membayar sesuai standar jabatan dan kemampuan.

"Tapi di Kemenkeu kami ingin menjamin bahwa tingkat gaji dan tunjungannya cukup. Jadi orang yang hidup menengah karena birokrat itu yang punya skill," jelas…

Yusniar Ditahan gara-gara Status "No Mention" di Facebook

Gambar
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kembali memakan korban. Kali ini, yang bernasib naas adalah Yusniar (27), seorang ibu rumah tangga di Makassar, Sulawesi Selatan. Yusniar telah ditahan pihak kejaksaan selama sekitar dua pekan sejak 24 Oktober lalu. Hal tersebut terjadi gara-gara status Facebook yang ia unggah pada 14 Maret 2016. "Alhamdulillah. Akhirnya selesai juga masalahnya. Anggota DPR t*lo, pengacara t*lo. Mau nabantu orang yang bersalah, nyata-nyatanya tanahnya ortuku pergiko ganggui Poeng," begitu yang tercantum dalam status Facebook Yusniar. Baca: Pengamat: Status Facebook No Mention Yusniar Bukan Pencemaran Nama Baik Status berbahasa Makassar itu lebih kurang menjelaskan kekesalan Yusniar atas kejadian yang menimpa rumah orangtuanya pada 13 Maret atau sehari sebelumnya. Kala itu, Yusniar mengisahkan sekitar 100 orang menyambangi rumah Baharuddin Daeng Situju (orangtua Yusniar) yang terletak di Jalan Alauddin, Makassar…

Ormas Anti-Pancasila Dinilai Bertentangan dengan Undang-undang

Gambar
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berada di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Alasannya, kata Yasonna, ormas yang bertentangan dengan nilai Pancasila sama saja tidak menghormati konstitusi. "Kalau bertentangan dengan Pancasila maka bertentangan dengan undang-undang dong," ujar Yasonna, seusai Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri di Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Selasa (29/11/2016). Yasonna mengatakan, ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila dapat diberikan sanksi pembubaran. Namun, pemberian sanksi harus melewati berbagai tahapan. "Ya ada tahapannya itu pasti, tapi kita sedang pikirkanlah," kata Yasonna. Hal senada disampaikan Jaksa Agung M Prasetyo. Menurut Prasetyo, ada berbagai tahapan sebelum ormas tersebut dikenai sanksi pembubaran. Ormas tersebut akan diberi peringatan jika diketahui bertentangan dengan Pancasila. Jika peringatan tersebut tidak …