Senin, 15 Agustus 2016

Nusron Mempersilakan Parpol Anti-Ahok Bermimpi


            Ketua Tim Pemenangan Ahok, Nusron                                                        Wahid
Jakarta: Partai politik pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diisukan masih berpotensi retak. Salah satu parpol pendukung, Golkar, dianggap belum solid.

Internal partai beringin masih belum satu suara soal dukungan terhadap calon gubernur petahana ini. Beberapa pihak yang berada di barisan anti-Ahok sangat mungkin diuntungkan melalui isu ini.

"Boleh saja mereka bermimpi (retak). Tapi kita enggak ada rencana seperti itu," tegas Ketua Tim Pemenangan Ahok Nusron Wahid kepada Metrotvnews.comdi ruang kerjanya, Kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2016).

Politikus Golkar ini mengaku heran dengan munculnya isu keretakan ini. Padahal, dalam rapat internal, Ahok sama sekali tidak merasa khawatir karena ketiga partai ini solid dan tetap mendukung bekas Bupati Belitung Timur itu sebagai calon gubernur.

"Ahok enggak khawatir di internal. Enggak ada partai yang punya niat seperti itu (hengkang) sampai detik ini," ucap dia.


                          Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Bagi Nusron, dukungan untuk Ahok sudah harga mati dan final. Tidak bisa diganggu-gugat karena Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham sudah menandatangani surat keputusan mendukung Ahok.

"Kita sudah kasih surat resmi ke Ahok. Dari mana (dasarnya) dikatakan belum final? Yang bisa menarik Golkar dari pencalonan Ahok siapa? Kita sudah putus (tetap dukung Ahok)," tegas dia.


Nusron juga mengatakan, dua partai lain, NasDem dan Hanura juga tetap solid dan yakin mendukung Ahok. Namun, di sisi lain, Nusron tidak bisa menjamin soliditas tetap terjaga hingga masa pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur resmi dibuka KPU DKI Jakarta.

"Kita tunggu saja kayak apa? Siapa yang konsisten dan yang enggak konsisten," ujar dia.

Selain parpol pendukung Ahok, kini telah terbentuk Koalisi Kekeluargaan. Koalisi ini terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, PKS, PPP, PAN, Demokrat, dan PKB. Ketujuh partai ini sepakat tak akan mengusung Ahok sebagai calon pemimpin Ibu Kota di masa mendatang.


                  Pendukung baik parpol maupun relawan                                 berkomitmen mendukung Ahok

Namun, masing-masing koalisi masih membangun komunikasi politik untuk menambah dukungan. Berbagai kemungkinan masih mungkin terjadi mengingat dunia politik sangat cair.



PDI Perjuangan yang bisa mengusung tanpa perlu berkoalisi hingga saat ini belum menentukan siapa calon gubernur yang akan didukung. Sebagai Ketua Tim Pemenangan Ahok, Nusron memanfaatkan peluang ini dengan baik.

Nusron meyakini PDI Perjuangan tak akan jauh dari Ahok. "Saya optimis PDI Perjuangan akan mendukung Ahok," ujar Kepala BNP2TKI ini.

Nusron mengaku pihaknya terus menjalin komunikasi dengan semua partai politik, termasuk dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar