Minggu, 19 Juni 2016

Puasa Menurut Tuhan Yesus

Matius 6:16-18 (TB)

16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Bicara soal puasa, ternyata Tuhan Yesus tidak punya ajaran khusus tentang berpuasa. Orang-orang Israel waktu itu, ketika Tuhan Yesus hidup, sudah punya tradisi puasanya sendiri. Oleh karena itu, Yesus tidak merasa perlu untuk merumuskan ajaran berpuasa yang baru.

Ikuti saja yang sudah ada, dan kita tinggal menyesuaikan apa saja yang dianggap perlu untuk diperbaiki. Itu kata Yesus. 


Menurut Yesus, pengajaran tentang berpuasa adalah bersifat personal atau pribadi. Artinya, seseorang berpuasa untuk beribadah kepada Allah dan membenahi karakternya. Berpuasa berarti beribadah kepada Tuhan dengan keperluan menyangkal diri dari setiap nafsu kedagingan. Puasa pada akhirnya harus berguna untuk diri-sendiri, orang lain, dan Tuhan.

Semuanya itu digunakan untuk mengikis kesombongan dan hawa nafsu, yang menurut Paulus, menguasai kita di waktu kebodohan kita.


Menurut Tuhan Yesus, ada beberapa hal harus kita turuti bila ingin berpuasa. 


#1 Tidak Perlu Berlebihan

Makanan yang disimpan di rumah tidak perlu banyak-banyak. Cukup dengan apa yang dimakan ketika ingin memulai berpuasa.

#2 Efisiensi Pengeluaran untuk disumbangkan

Berpuasa mengurangi pengeluaran kita sehingga anggaran itu bisa diberikan kepada orang lain.

#3 Tidak perlu menonjolkan puasa diri

Tuhan Yesus katakan bila kita berpuasa maka minyakilah rambut. Rambut tidak perlu lusuh dan orang tidak perlu tahu kalau kita sedang berpuasa. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar