Sabtu, 18 Juni 2016

Mustofa Nahra Yang Menghina Ibu Shinta, Ternyata Caleg Gagal Dari PKS

SEXUIL.COM  - Mustofa B Nahrawardaya, ya si rasis yang diusung jadi caleg DPR RI dari PKS untuk daerah pemilihan Jawa Tengah V ini akhirnya gagal melangkah ke Senayan. Yang sudah tahu tokoh satu ini mungkin ada yang suka ( separtai, sepaham, muslim fanatik ) tapi banyak juga yang benci ( pluralis, minoritas, dan lain agama ). Bagi yang belum mengenal si Mustofa Nahrawardaya, atau hanya tahu lewat televisi.

Beliau adalah tokoh muda Muhammadiyah, sering muncul di televisi sebagai pakar kriminolog yang seringkali pernyataanya nyeleneh karena selalu membela teroris, anti penegak hukum (termasuk polisi, densus88, & BNPT) dan terkesan SARA.

Bahkan mantan kepala BIN Hendro Priyono pernah menyentilnya di acara ILC TV One karena pernyataan kontroversialnya seputar kasus terorisme. Hendro Priyono bahkan mengancam tidak akan mau lagi datang ke acara ILC jika Karni Illyas masih mengundang narasumber yang tidak jelas seperti si rasis ini. Isu seputar data Bansos 2009 Kodya Solo, sebesar 71,88 % dari total anggaran Rp 4,7 miliar dialokasikan kepada pihak non-muslim. Sementara untuk kalangan muslim, alokasi dana Bansos hanya sebesar 28,12 %.

Entah dari mana si rasis ini mendapatkan data tersebut, sumbernya tidak jelas. Di Jakarta si Rasis ini juga menyerang Jokowi - Ahok dalam kasus kontroversial Lurah Susan. SI Rasis ini menyatakan bahwa pluralisme tidak dapat dipaksakan, sehingga menurutnya Lurah Susan harus dipindahkan ke daerah yang penduduknya mayoritas seagama dengan Lurah Susan. Belum lagi fitnahnya terhadap Jokowi tentang pembongkaran mesjid Amir Hamzah di TIM.

Pada 10 Februari lalu tweet sebuah gambar berisi Indeks Partai Korupsi Periode 2002-2014 yang disebutkannya dikeluarkan oleh ICW. Dalam gambar itu, diperlihatkannya bahwa partai yang mengusungnya PKS berada di posisi paling bawah dengan indeks korupsi 0,3.

Namun rupanya data ini kemudian dipertanyakan keabsahannya. Rupanya, ICW lewat Twitter membalas pertanyaan tersebut. "Hoax mas. Mhn maaf," balas @sahabatICW. Setelah hal ini terungkap, tiba-tiba akun @MustofaNahra menghapus gambar tersebut. Bahkan, nama akun diganti dengan nama 'SEDANG DIHACK' menandakan akun ini tak lagi dalam kendali Mustofa. Ha....ha....jurus cuci tangan khas partai pengsusungnya.

Sekarang si Rasis ini sudah memetik buah dari kelakuannya : Berdasarkan real count Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo beberapa waktu lalu, enam partai diprediksi merebut delapan kursi DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V (Sukoharjo, Solo, Boyolali, Klaten). Versi real count itu, PDIP sebagai juara meraih 3 kursi. Kemudian Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing satu kursi. (SUMBER).

Di Dapil tersebut hanya satu caleg PKS yang lolos ke Senayan yaitu Abdul Kharis Almasyhari.

Masyarakat akhirnya menghukum si Rasis ini dengan tidak memilihnya menjadi wakil mereka.



Sebelumnya, melalui akun twitternya, @TofaLemon, Mustofa melampiaskan keadaan stressnya dengan cara menghina istri Gus Dur, Ibu Shinta Nuriyah. Mustofa berharap, hinaan yang dia lontarkan tersebut, akan menjadi bahan pemberitaan media.

Oleh karena tidak ada media nasional yang memberitakan hinaan Mustofa ini, redaksi bentengnkri.com memutuskan untuk memuatnya karena  hal ini dapat menjadi berita unik.

Di akun twitternya, Mustofa memasang status "APA sudah habis umat ini sehingga buka puasa saja mesti merangkak ke gereja."





Status tersebut dia tulis untuk membela Front Pembela Islam (FPI), yang pada hari Kamis (16/6/2016) lalu membubarkan paksa acara buka bersama antar iman di Semarang. Acara tersebut digagas oleh Ibu Shinta Nuriyah dan tokoh-tokoh agama di Semarang.
Nampaknya Mustofa sengaja memilih kata 'merangkak' untuk me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar