LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Rabu, 04 Mei 2016

Survei: Remaja Juga Ingin Tahu Soal Kondom Saat Dapat Pendidikan Seks

Survei: Remaja Juga Ingin Tahu Soal Kondom Saat Dapat Pendidikan SeksFoto: thinkstock
Victoria - Pendidikan seks bisa diberikan kepada remaja baik oleh orang tua maupun pihak sekolah. Nah, terkait hal-hal yang ingin diketahui para remaja, peneliti dari Deakin University, Australia menemukan bahwa penggunaan kondom menjadi salah satu hal yang ingin diketahui oleh para remaja.

Untuk studi ini, peneliti melakukan survei terhadap 2.320 siswa usia 13 sampai 16 tahun terkait pandangan para remaja tentang pendidikan seksual dan hubungan. Ketua peneliti, dr Debbie Ollis mengatakan para siswa ingin mengetahui bagaimana cara pemasangan kondom pada pisang, ketimbang hanya mengandalkan pengandaian tentang burung dan lebah.

Sementara, khusus pada anak perempuan, mereka ingin belajar lagi lebih banyak tentang bagaimana menjalani hubungan asmara yang aman, termasuk ketika mereka memutuskan hubungan. Agak berbeda, siswa laki-laki lebih tertarik pada hal-hal terkait hubungan intim dan pornografi.

Baca juga: Bagaimana Cara Tepat Memberi Pendidikan Seks pada Anak-anak?

"Sekitar 77 persen siswa perempuan dan 74 persen siswa laki-laki menggunakan pendidikan seksual dari sekolah sebagai sumber informasi primer sedangkan info dari temannya dijadikan sumber informasi sekunder," kata dr Ollis, dikutip dari News.com.au, Selasa (22/3/2016).

Sementara pelajaran biologi berupa anatomi tubuh umum mereka dapatkan, para remaja dalam survei ini menginginkan info lain yang lebih beragam termasuk isu gender, kekerasan dalam hubungan, ragam tindakan seksual, dan sisi emosional dari sebuah hubungan.

"Sehingga, penting bagi para guru ataupun orang tua untuk tidak hanya memberikan sesuatu yang bersifat klise. Bahkan, penggunaan kondom pada pisang juga menjadi sebuah pengetahuan bagi remaja. Lagipula itu termasuk dalam pendidikan seks, bukan mendorong mereka untuk melakukan seks bebas," tegas dr Ollis.

Ia pun menekankan penting bagi sekolah untuk bisa memberi pendidikan seks yang relevan dan inklusif mengingat survei tersebut menunjukkan bahwa para remaja lebih percaya informasi soal pendidikan seks yang diberikan di sekolah, ketimbang dari sumber-sumber lain. Meskipun, pada murid wanita mereka juga percaya pada sang ibu sebagai pemberi pendidikan seks untuk mereka.

0 komentar:

Posting Komentar