LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Senin, 02 Mei 2016

Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara di Pulau Dewata




   

DENPASAR - Puluhan peserta dan ratusan pengunjung memadati Gedung Natya Mandala Amphiteather ISI, Denpasar Sabtu (30/4/2016) malam, guna mengikuti "Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara.
Puluhan kebaya terlihat begitu memasuki gedung di Lantai dipamerkan dan kebaya tersebut dirancang oleh desainer dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar.


Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara diselenggarakan oleh IFC Denpasar yang bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Denpasar.
Pemukulan gong oleh Rektor ISI Denpasar, didampingi Ketua Panitia Dewi Sarjani, Ketua IFC Denpasar Dwi Iskandar, Ketua Dekranasda Denpasar Sally Mantra.
Sebanyak 120 kebaya diperagakan oleh model professional, Ibu-Ibu PKK dan Ibu-Ibu Dharma Wanita di hadapan para tamu undangan dan lainnya.
Rata-rata para desainer membuat dua buah kebaya.


“Ini kali kedua penyelenggaran Pagelaran 100 Kebaya. Mala mini (kemarin) ditampilkan 120 kebaya dari berbagai designer baik pro maupun yang baru,” jelas Dwi Iskandar.
Yang membedakan tahun ini, tentu jumlah peserta yang berasal dari IFC Denpasar, IFC Makasar IFC Bandung dan IFC Jakarta ikut meramaikan acara tahunan tersebut.
Selain mereka ada juga dari mahasiswa ISI Denpasar Prodi Design Mode.
Kedua yakni konsep acara dan tema yang diusung yakni Pesona Nusantara.
 Dwi Iskandar menyampaikan jika ingin mengenalkan kebaya dari Bali kepada Mancanegara.
Karena beberapa negara memiliki nilai lebih dari pakaian tradisionalnya yang dikenal.
“Kami ingin menyetarakan kebaya seperti misalnya kalau China memiliki baju Chong San, India memiliki baju Sari. Jadi saya yakin kebaya suatu saat akan lebih dikenal jika membicarakan kebaya itu dari Indonesia,” tambahnya.


Dan saat ini masyarakat Internasional sudah mulai mengenal jika kebaya berasal dari Indonesia.
Dan kebaya dari Indonesia banyak ragamnya. Contohnya dari Bali sendiri kebaya hampir digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan kebaya yang dipakai untuk ke Pura memiliki pakem tersendiri.
Dewi Sarjani sebagai Ketua Panitia dan juga menjadi satu peserta deasiner menyampaikan bahwa kebaya merupakan salah satu bagian kebudayaan di Bali yang sudah mengakar.
Sebab dapat kita lihat kebaya sering di pakai dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakatBali
"Kita ingin lebih mempopulerkan lagi kebaya diBali. Yang nantinya jika orang-orang membicarakan kebaya hal itu identik dengan Indonesia khususnya Bali," ujarnya kepadaTribun Bali.
Ia pun menampilkan dua desain kebaya yang dibuatnya.
“Lebih kea rah kasual kebaya yang saya buat. Dan pengerjaannya tidak terlalu memakan waktu lama dan biaya tinggi. Sehingga masyakarat umum bisa menikmati karya-karya kebaya yang ekonomis dari saya dan designer lain,” ungkapnya.


Pagelaran 100 Kebaya Pesona Nusantara dibagi kedalam dua sesi show.
Sesi fashion show pertama menampilkan karya-karya desainer mahasiswa, masyarakat umum dalam hal ini desainer di luar IFC.
Kedua menampilkan kebaya karya dari anggota IFC Denpasar, IFC Makasar, IFC Jakarta, IFC Bandung.
Ditambah dengan kebaya dari Ibu-Ibu PKK, Ibu-Ibu Dharma Wanita dan IWAPI.
Acara ditutup dengan menampilkan seluruh karya kebaya dari masing-masing designer bersama model catwalk nya masing-masing. 

0 komentar:

Posting Komentar