LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Senin, 02 Mei 2016

Kedigdayaan Jokowi, 'Menang Tanpa Ngasorake Nglurug Tanpa Bala" Terbukti


Tak Habis Pikir, Strategi Jokowi Bebaskan 10 WNI yang Disandera Abu Sayyaf, Buat Militer Filipina Geleng-geleng

Joko Widodo - Photo: scmp
Joko Widodo - Photo: scmp
Sepuluh warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf, dipastikan telah dibebaskan. Menurut kepolisian wilayah Sulu, Abu Sayyaf meninggalkan para WNI di rumah gubernur Provinsi Sulu.

Baca: Mantab! Ini Persiapan Pasukan TNI Yang Akan Membuat Kocar-kacir Musuh, Untuk Bebaskan WNI dari Tangan Abu Sayyaf

Diungkapkan Kepala Kepolisian Sulu, Wilfredo Cayat, mendapatkan para sandera berada di depan rumah Gubernur Sulu, Abdusakur Toto Tan II. Sang Gubernur langsung membawa mereka ke dalam dan memberi mereka makan.

"Gubernur Tan menelpon saya dan mereka menyerahkan ke 10 orang itu kepada kami. Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk membawa mereka ke Zamboanga dan menyerahkannya ke pejabat konsuler mereka," kata Cayat seperti dikutip dari Inquirer, Minggu (1/5/2016).

Cayat juga memastikan jika para sandera yang dibebaskan adalah para awak kapal tugboat. Mereka diculik dari perairan Sulu pada tanggal 28 Maret lalu. Mereka identifikasi sebagai Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputria, Bayu Oktavianto, Reynaldi dan Wendi Raknadian.(sindonews)

Baca: Tegas! Bebaskan 14 WNI dari Abu Sayyaf, Panglima TNI: Ini Langkah yang Akan Ditempuh Pemerintah

Ini adalah sebuah prestasi yang patut diapresiasi pada pemerintahan Jokowi. Terhitung 33 hari sandera telah dibebaskan. Sebelumnya Peristiwa penculikan serupa pernah terjadi pada 30 Maret 2015 lalu. Saat itu ada tiga ABK Indonesia yang merupakan awak kapal Bonggaya 91 berbendera Malaysia yang diculik.

Tiga ABK itu adalah Achmad Resmiadi (Kapten), Erikson Hutagaol, (Klasi), dan Yamin Labuso (Klasi). Sementara empat ABK lainnya dilepas dan melaporkan peristiwa ini ke Balai Polis Sandakan pada 31 Maret 2005.

Saat itu kapal tengah berlayar di kawasan Sandakan saat sebuah kelompok garis keras di Mindanao menyergap kapal tersebut dan menyandera mereka di kawasan Tawi Tawi, Filipina Selatan.

Baca: Mengerikan, Ditangan Abu Sayyaf 7 Bulan, Akhirnya Orang Ini Dieksekusi dan Kepalanya Di Buang Dalam Plastik

Kelompok militan Abu Sayyaf bebaskan 10 WNI yang disandera sejak Maret | (Mindanao Examiner)

Para penculik minta tebusan kepada pemerintah Indonesia sebesar 790 ribu dolar AS. Para penculik juga minta kiriman obat-obatan. Pemerintah Indonesia pun berkoordinasi dengan Filipina.

Lewat kontak senjata antara tentara Filipina dengan penculik maka pada pada 12 Juni 2005 dua sandera yakni Yamin Labaso dan Erikson Hutagaol berhasil dibebaskan.

Baca: Ini yang Membuat Milisi Philipina Bantu Bebaskan Sandera Indonesia dari Abu Sayyaf

Belakangan, pada 10 September 2005, giliran Resmiadi yang berhasil dibebaskan tentara Filipina setelah terlibat kontak senjata.(beritasatu) Total 164 hari untuk membebaskan 3 sandera!!

Bebasnya sandera abu sayyaf pada 1 Mei 2016 ini tentu bukan tanpa usaha. Jokowi langsung turun tangan dalam usaha membebaskan 14 sandera ini. Setelah tawaran bantuan militer Indonesia ditolak Filipina, Jokowi langsung melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Filipina Benigno Aquino III. (liputan6)

Jokowi memerintahkan Panglima TNI untuk kerahkan kekuatan penuh mengepung Filipina, bebaskan sandera.

Saya sudah siapkan pasukan di darat, laut dan udara untuk mengambil tindakan di perbatasan Filipina," kata Panglima TNI saat menghadiri peringatan HUT ke-64 Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (16/4/2016).(okezone)

Namun tidak mudah untuk membebaskan sandera di negara lain!

Jokowi rupanya tak kehabisan akal. Tim Senyap pun diturunkan. Tim senyap ini dirahasiakan identitasnya. Mereka ini yang menjadi panjang tangan Pemerintah dalam membebaskan sandera. Bahkan keselamatan Tim Senyap ini sendiri belum tentu 'happy ending'

"Tim senyap ini khusus diturunkan untuk bebaskan sandera. Bahkan keselamatan mereka sendiri di hutan FIlipina kita tidak tahu. Dan sekarang mereka masih lagi bertugas untuk menyelamatkan yang 4 orang lagi," ucap Ridwan Habib Pengamat Terorisme dalam acara Breaking News Metro TV malam tadi.

Pemerintah Filipina sendiri tidak percaya sandera bisa bebas tanpa uang tebusan dan mempertanyakan apakah pembebasan tidak 'dibumbui' dengan sejumlah tebusan.

"Sangat sulit dibayangkan bila Abu Sayyaf membebaskan para sandera tanpa menerima sejumlah uang," papar Hussin Amin.

Contoh nyata adalah sandera asal warga negara Kanada. Setelah gagal mencapai kesepakatan tebusan, sandera tersebut dipenggal tanpa ampun. Akibat insiden ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trundeau berjanji akan membantu Filipina guna menumpas kelompok Abu Sayyaf dan membebaskan sandera warga asing lainnya termasuk warga Kanada yang masih tersisa.(merdeka)

Wah....ternyata jalan berliku - liku telah ditempuh pemerintah Indonesia. Ini patut kita apresiasikan. Bagaimana menurut anda?

Sumber:Okezone/Beritasatu/liputan6/Metronews/merdeka via beritateratas

0 komentar:

Posting Komentar