LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Selasa, 03 Mei 2016

ISIS Berjuang Pertahankan Anggota dan Menghemat Pengeluaran

ISIS Berjuang Pertahankan Anggota dan Menghemat PengeluaranIlustrasi (Rodi Said/REUTERS)
Washington - Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tengah berjuang untuk mempertahankan anggotanya. ISIS juga dilaporkan melakukan pemotongan biaya di sejumlah sektor, mulai dari upah anggotanya hingga pemakaian listrik.

Seperti dilansir CNN, Kamis (28/4/2016), pernyataan ini disampaikan wakil komandan koalisi AS melawan ISIS, Mayor Jenderal Peter E Gersten dengan didasarkan dokumen internal ISIS yang didapatkan militer AS baru-baru ini. Dalam pernyataannya, Gersten juga menyebut penambahan jumlah anggota ISIS yang membelot serta penurunan drastis jumlah warga asing yang bergabung ISIS per bulannya.

Baca juga: Menurun Drastis, 200 Warga Asing Bergabung ISIS Tiap Bulan

Gersten menyatakan, serangan koalisi AS secara khusus menargetkan infrastruktur minyak dan gudang uang ISIS. Dia mengklaim, berbagai serangan berhasil menghancurkan uang tunai senilai US$ 300 juta hingga US$ 800 juta milik ISIS.

Aymenn al-Tamimi, peneliti Jihad-Intel Research Fellow dari Middle East Forum yang berbasis di Washington, yang juga memiliki dokumen internal ISIS itu membeberkan bagaimana tekanan yang kini tengah dirasakan militan radikal itu. "Dokumen internal itu memperjelas tekanan-tekanan yang dirasakan sektor militer, keuangan dan administratif kelompok itu," sebutnya.

Dari dokumen tersebut terungkap militan radikal itu tengah berjuang mengatur keuangan, termasuk untuk membayar budak seks, serta menyerukan anggotanya untuk mengurangi penggunaan listrik dan tidak mengemudikan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Di sisi lain, semangat juang para anggota ISIS mulai luntur, yang dalam beberapa kasus mencari surat keterangan dokter demi menghindari dikerahkan ke medan pertempuran.

Baca juga: Tempat Penyimpanan Uang ISIS Diserang, Rp 10 Triliun Musnah

Tamimi mengaku dirinya mendapat dokumen internal ISIS itu dari sejumlah aktivis, jurnalis dan warga yang pernah tinggal di wilayah yang dikuasai ISIS. Beberapa dokumen ISIS itu didapatkan dari wilayah yang berhasil direbut kembali oleh pasukan lokal yang didukung koalisi AS.

Dokumen itu juga menunjukkan anggota ISIS yang ditempatkan di Raqqa, Suriah, terpaksa mengalami pemotongan upah hingga 50 persen. Menurut Tamimi, hal ini mengindikasikan bahwa ISIS sedang mengalami masalah keuangan.

Dokumen itu merinci bagaimana anggota ISIS diberi upah, dengan upah tambahan untuk setiap istri, anak dan budak seks. Rata-rata, seorang anggota ISIS menerima upah US$ 50 per bulan, ditambah US$ 50 untuk setiap istri mereka, US$ 35 untuk setiap anak, US$ 50 untuk setiap budak seks, US$ 35 untuk setiap anak dari budak seks, US$ 50 untuk orang tua yang bergantung kepadanya, dan US$ 35 untuk keluarga lain yang bergantung padanya.

Baca juga: Wilayahnya Berkurang, Pendapatan ISIS Turun 30 Persen

Dokumen internal ISIS itu telah dipastikan autentik melalui pemeriksaan hati-hati Tamimi, dan membandingkannya dengan sejumlah dokumen ISIS di masa lalu. Informasi dalam dokumen ini juga telah dikonfirmasikan oleh Tamimi melalui percakapan dengan militan terkait ISIS, ketika dirinya berkunjung ke Suriah. Dokumen itu menunjukkan informasi lebih baru soal ISIS, dengan beberapa dokumen bertanggal Maret 2016. 

0 komentar:

Posting Komentar