LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Rabu, 04 Mei 2016

Cerita Sang Ayah Saat Anaknya Tak Pulang dan Menemukan Anaknya Umur 14 Tahun Diperkosa

Cerita Sang Ayah Saat Anaknya Tak Pulang dan Menemukan Anaknya Umur 14 Tahun DiperkosaFoto: istimewa/ lokasi penemuan jenazah gadis 14 tahun di Bengkulu
Rejang Lebong - Gadis berusia 14 tahun bocah SMP diperkosa dan dibunuh 14 orang. Saat peristiwa keji itu terjadi kedua orangnya tengah di ladang.

"Waktu kejadian, aku bersama istri lagi di ladang. Anakku dan abang kembarannya saja yang ada di rumah," kata ayah kandung korban kepada detikcom, Rabu (4/5/2016).

Sang menceritakan, pada Sabtu (2/4) lalu, dia lagi bersama istrinya di ladang karet. Jaraknya sekitar 2 km dari rumahnya. Selama ini dua anak kembarnya sering ditinggal di rumah.

Pria berusia 36 tahun ini dan istrinya memang sering tinggal di ladang karet yang luasnya juga tak seberapa. Mereka tidur digubuk di tengah kebun karet. Usai nyadpa karet, mereka juga mencari rumput pesanan pemilik sapi.

Pada Minggu (3/4), dia pulang sendiri ke rumahnya. Niatnya, uang yang dia dapat dari nyadap karet dan jual rumput mau dititipkan untuk uang jajan anak gadisnya dan abang kandungnya.

"Sampai rumah, anak tertua bilang, kalau adiknya sejak kemarin tak pulang ke rumah," kata sang ayah.

Mendapat kabar itu, lantas sang ayah mencoba menghubungi salah seorang guru. Dalam perbincangan itu, guru mengatakan bahwa di hari Sabtu itu anaknya masuk sekolah. Karena gurunya juga tak tahu, lantas dia pun bergegas ke rumah kepala desa.

"Saya lapor ke Kades kalau anakku sudah satu hari tak pulang. Dari sana warga sama-sama mencari anakku," kata dia.

Pada Senin (4/4), salah seorang warga menemukan anak gadis berusia 14 tahun di semak semak dalam kondisi tak bernyawa. Bau busuk juga sudah menyengat. Dari sana warga lapor ke polisi.

"Waktu itu aku tak boleh melihat kondisi Anakku. Warga melarang, karena saat itu harus nunggu polisi datang," jelasnya.

Betapa pedihnya hati sang ayah, putri semata wayangnya tewas mengenaskan. Dari sana polisi sigap melakukan penyelidikan. Hasilnya, 14 orang remaja dan anak di bawah umur telah memperkosa sekaligus membunuh korban.

0 komentar:

Posting Komentar