LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Rabu, 04 Mei 2016

Bagaimana Cara Tepat Memberi Pendidikan Seks pada Anak-anak?

Bagaimana Cara Tepat Memberi Pendidikan Seks pada Anak-anak?Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ketika anak menginjak usia belasan tahun, rasa ingin tahunya terhadap sesuatu pasti lebih besar. Salah satunya, yakni mengenai topik yang berkaitan dengan seks. Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua ketika si anak mulai penasaran dengan topik-topik seputar seks?

Menurut psikolog klinis sekaligus penulis parentsonline.com.au, Sally-Anne McCormack, percakapan tentang seks bisa dimulai ketika anak sudah berusia sekitar 12 tahun. Sebab, di usia seperti itu anak-anak sudah berada di tahun terakhir sekolah dasar.

"Beberapa orang tua mungkin berpikir pendidikan seks nantinya akan dibahas di sekolah, tapi itu hanya cadangan saja. Akan lebih baik jika pendidikan seks didapat anak dari rumah yakni melalui orang tuanya sendiri," papar Sally.

Namun, ia mengingatkan bahwa saat membicarakan seks dengan anak, jangan terlalu kaku seolah-olah itu adalah sebuah mata pelajaran yang harus dipelajari dengan serius oleh si anak. Sebaiknya lakukan percakapan insidental.

Pembicaraan awal bisa dimulai hanya menggunakan kata-kata yang tepat untuk mengenalkan bagian tubuh pribadi. Semakin bertambah umur si anak, mereka akan menanyakan sesuatu yang membuatnya penasaran. Maka, perlu bagi orang tua untuk menjawab pertanyaan mereka dengan jujur dan dengan kata-kata yang memang pantas digunakan.

Sally juga membagi tips apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mulai membicarakan masalah seks dengan buah hatinya, seperti dilansir Essential Kids, Senin (4/11/2013):

1. Mulailah percakapan sebelum anak-anak merasa enggan untuk berdiskusi masalah seputar seks dengan Anda sebagai orang tuanya.
2. Jadikan pembicaraan sebagai obrolan, bukan sebagai mata pelajaran seperti di sekolah.
3. Jangan menunggu anak Anda memulai percakapan atau mengajukan pertanyaan tentang seks.
4. Carilah peluang isnidental untuk memulai percakapan misalnya saat menonton film atau televisi.
5. Selalu jawab pertanyaan anak dengan jujur dan disesuaikan penggunaan bahasanya dengan usia si anak. Jika Anda tidak tahu jawabannya, coba ajak mereka untuk mencari tahu melalui buku atau internet bersama dengan Anda. Dalam artian selalu dalam pengawasan orang tua.

Menurut Sally, jika orang tua tidak memulai membicarakan masalah seks dengan anaknya, kemungkinan besar si anak akan mencari tahu informasi tersebut melalui teman sebayanya, internet, atau pacar mereka. Hal itu justru berdampak tidak baik pada si anak nantinya.

"Percakapan tentang seks harus ada nilai untuk menanamkan harga diri dan tanggung jawab pada mereka sehingga anak-anak bisa melakukan hal-hal yang bertanggungjawab dan aman secara seksual ketika ia bergaul dengan teman-temannya," jelas Sally.

0 komentar:

Posting Komentar