LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Senin, 02 Mei 2016

Bagaimana Agar Tak Terjebak Nostalgia Cinta Masa Lalu?

Bagaimana Agar Tak Terjebak Nostalgia Cinta Masa Lalu?
Dear Mba Anna, saya bingung dengan perasaan saya sendiri. Kenapa hati saya kembali terikat kepada mantan kekasih, padahal sudah dua tahun saya berhasil mengubur kenangan bersamanya. Apalagi dia mengaku sempat kehilangan arah ketika kami tidak bersama dan saya memilih menjauhinya. Namun sekarang giliran saya yang terjebak dengan perasaan di masa lalu, seperti ingin bersama lagi. Sedangkan mantan sudah memiliki kekasih. Saya cemburu dan mantan meninggalkan saya untuk kesekian kali. Mohon nasihat agar tak terjebak nostalgia masa lalu.

Indah, 30 Tahun

Jawab:

Hai mbak Indah,

Kalau Anda katakan terjebak nostalgia, agaknya tak seperti itu. Anda toh pernah berhasil mengubur kenangan, dan pernah berhasil menjauhinya. Kalau saat ini justru Anda yang ingin bersamanya lagi, mungkin saat ini ada kondisi yang membuat Anda terasa seperti membutuhkannya. Contohnya, mungkin Anda sedang ingin bercerita tentang pekerjaan Anda dan biasanya dia yang paling mengerti.

Mengingat mantan toh sudah memiliki kekasih, sepertinya tak berharga kalau Anda terus mengenangnya. Bukan berarti Anda harus melupakannya, karena bagaimanapun ia pernah menjadi bagian hidup Anda. Namun Anda perlu mengingatnya dengan cara yang lebih tepat, yaitu sebagai masa lalu Anda, dan bukan masa depan. Boleh kok
Anda terharu-biru dengan kenangan masa lalu, namun setelah selesai mengenangnya, maka Anda bisa mulai memikirkan hal lain lagi.

Jika sangat sulit untuk tak memikirkannya, coba deh melokalisir waktu mengingat. Anda bisa berikan waktu khusus untuk mengingatnya, misalnya pukul 9-9.30 malam. Di luar waktu itu, kalau teringat, maka Anda dapat menulis ingatan Anda, untuk nanti diingat-ingat di waktu yang Anda tentukan; dan setelah menulis, segeralah melakukan hal lain sehingga tak terus mengingatnya. Nah, di waktu yang Anda tentukan itu, bukalah semua memori tentang dirinya. Anda bisa membuka kumpulan percakapan, melihat foto, melihat akun media sosialnya, dll. Ketika waktu habis, maka tutup semua, lalu lakukan hal lain lagi untuk mengalihkan pikiran Anda. Cara ini akan sangat efektif kalau setelahnya Anda punya hal lain untuk dipikirkan. Contohnya, kalau Anda melibatkan diri di komunitas tertentu untuk menyelenggarakan kegiatan mereka, tentu pikiran Anda jadi teralihkan ke sana.

Biasanya sih dengan memberikan waktu khusus untuk mengingat, maka Anda justru tak penasaran, dan pada akhirnya bisa mengurangi kenangan bersamanya. Tutuplah waktu mengingatnya ini dengan mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda beruntung pernah punya kenangan bersamanya, namun lebih beruntung karena telah menuntaskan kenangan tersebut. Lama-kelamaan, waktu khusus itu bisa dikurangi sedikit demi sedikit sampai hilang sama sekali, dan kenangan tersebut berlalu sebagai masa lalu semata.(eny/eny) 

0 komentar:

Posting Komentar