LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI HERBAL LICENGSUI JOSS

Rabu, 04 Mei 2016

4 Kekejian 14 Pelaku Pemerkosa Siswi 14 Tahun di Bengkulu

4 Kekejian 14 Pelaku Pemerkosa Siswi 14 Tahun di Bengkulu
Seorang gadis 14 tahun siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu menjadi korban pemerkosaan. Dia diperkosa oleh 14 orang yang kemudian membunuh dan membuang jasadnya begitu saja.

Kejadian tersebut bermula ketika korban tengah dalam perjalanan pulang dari sekolahnya. Saat itulah, korban melewati 14 orang yang tengah pesta tuak tersebut.

Korban seketika disergap dan dijadikan pelampiasan nafsu bejat keempat belas orang pelaku, lalu dibunuh. Tujuh di antara para pelaku masih di bawah umur dan sudah disidangkan.

"Hari ini 7 terdakwa pelaku perkosaan dan pembunuhan itu menjalani persidangan. Pihak kejaksaan menuntut mereka 10 tahun penjara," kata Kapolsek Padang Ulak Tanding, Kab Rejang Lebong, Bengkulu, Iptu, Eka Chandra dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (3/5/2016).

Berikut kekejian yang dilakukan para pelaku pada korban:

Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, membenarkan keempat belas pelaku melakukan hal keji tersebut secara bergiliran. Hal itu disampaikan Sudarno saat dihubungi detikcom, Senin (2/5/2016).

Para pelaku yang sedang berkumpul, kata Sudarno, melihat korban pulang sekolah sendirian sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka lalu mencegat korban.

"Di situ sepi, kemudian ya terjadilah pemerkosaan itu secara bergiliran," kata Sudarno.

Polisi membekuk pemuda berandalan itu Minggu 10 April 2016.

"12 Pelaku ditangkap tanggal 10 April," kata Sudarno.

Saat melakukan aksinya, keempat belas orang pelaku diketahui tengah mabuk. Mereka baru saja selesai mengadakan pesta minum tuak saat melihat korban pulang sekolah.

Dari keterangan para pelaku, kata Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno, para pelaku berkumpul sekitar pukul 10.00 WIB lalu mengumpulkan uang untuk membeli tuak. Sebanyak 14 liter tuak yang dibeli kemudian dikonsumsi.

"Pukul 12.00 WIB mereka minum tuak di kebun kemudian keluar nongkrong di pinggir jalan," ujarnya.

"Ya, agak mabuk," kata Sudarno tentang kondisi para pemuda itu.

Y (korban) yang baru pulang sekolah, melintas di depan para pelaku yang mabuk karena minum tuak.

Ketika melintas, Y digoda para pelaku. Satu di antara pelaku mendekati Y mencoba memeluknya. Korban berontak atas bersikap kasar pada para berandalan itu.

Rupanya sikap penolakan Y membuat para pelaku emosi dan memukul Y. Beberapa kali tengkuknya dipukul, yang membuat korban terkapar. Ketika itulah, Y kemudian diperkosa secara bergiliran berulang kali hingga tewas.

Keempat belas pelaku rupanya tidak merasa cukup memerkosa Y secara bergiliran. Ketika Y melakukan perlawanan, mereka malah memukul Y hingga tewas.

Setelah tewas, pelaku malah kembali bergiliran memperkosa Y. Setelah puas, mereka meninggalkan jasad Y begitu saja di kebun tempat mereka mabuk.

"Di situ sepi, kemudian ya terjadilah pemerkosaan itu secara bergiliran. Setelah itu mereka mencekik korban sampai tewas, kemudian (korban) dibuang di situ, ke kebun-kebun," papar Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno.

Setelah tewas, Y dibiarkan dalam semak belukar ditutupi dedaunan. Pada Senin (4/4) warga dan polisi akhirnya menemukan korban dalam kondisi sudah membusuk. Parahnya lagi, di antara pelaku ada yang berpura-pura untuk ikut mencari korban.

Setelah 12 dari 14 pelaku ditangkap pihak kepolisian, Para pelaku kemudian diperiksa terkait kejadian ini. Tapi mereka bahkan tidak menunjukkan penyesalan malah tertawa ketika ditanyai polisi.

"Mulut saja mengatakan menyesal. Tapi kita lihat dari perangai mereka, sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan," kata Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, Iptu Eka Chandra dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (3/5/2016).

"Mereka di tahanan malah tertawa. Diperiksa juga kelihatan santai. Sama sekali sikapnya tidak menunjukkan penyesalan. Saya saja geram melihat perangai mereka," imbuh Eka.

0 komentar:

Posting Komentar