Alasan Ansor dan Banser menolak pengajian tersebut karena disinyalir membawa misi penyebaran ajaran khilafah islamiyah (membentuk pemerintahan Islam). (Baca: Gus Tutut Instruksikan Banser-Ansor Tangkap Kelompok Penebar Anti Pancasila)
Ketua GP Ansor Cabang Tulungagung Sharul Munir mengatakan, berdasarkan dari hasil evaluasi kegiatan sebelumnya yang dilakukan jemaah tersebut, dia tidak setuju jika pengajian tetap berlanjut.
“Sebelumnya kami bersama anggota telah menemukan sekelompok organisasi itu merencanakan pengajian yang mendatangkan salah satu mubaligh dari Solo. Isi ceramahan mereka yang berindikasi kuat dapat melemahkan komitmen berbangsa dan bernegara kita bedasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ungkap dia. (Baca: Banser Rembang Gelar Aksi Damai Lawan Propaganda Kelompok Khilafah HTI Anti Pancasila)
Masih menurut Munir, sebelum terjadi kesepakatan pembatalan kegiatan itu, Kapolres dengan para ketua GP Ansor dan Banser telah berdiskusi di ruangan tertutup selama tiga puluh menit lebih. Tuntutan itu pun akhirnya bisa dikabulkan.
“Alhamdulilah, pernyataan sikap kami dapat diterima dan ditandatangani oleh Kapolres,” Tambah Sharul Munir.
Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Braja Paksa mengatakan, pihak Ar-Rahama atau selaku peyelenggaraan pengajian tersebut, merencanakan kegiatan di lokasi masjid Agung Al Munawar tanpa melakukan komunikasi terlebih dahulu. (Baca: GAWAT.. ISIS Aktif Sebarkan Propaganda ‘Khilafah’ di Sejumlah Masjid di Jakarta)
“Ini memang bukan masalah krusial, hanya saja prosedur tidak dilalui secara proposional. Misalnya izin pemakaian tempat dan lainya. Untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, maka permintaan pembatalan rencana pengajian ini kami setujui untuk dihentikan,”jelas Kapolres.