Selasa, 30 Juli 2019

Pindah Agama Demi Menikah dengan Ahok, Begini Kondisi Bripda Puput Kini

Bebasnya Ahok dari masa tahanan mendapati reaksi positif dari banyak pihak. Tak lama setelah bebas, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menikahi seorang wanita cantik bernama Puput Nastiti Devi yang memiliki jabatan Bripda di satuan Kepolisian.
Nama Bripda Puput semakin menarik perhatian semenjak kedekannya dengan Basuki Tjahaja Purnama atau BTP. Terlebih lagi saat kabar pernikahan mereka telah berlangsung, Bripda Puput tak lepas dari sorotan publik.


Dikutip dari Tribunnews.com (14/07/2019), Dari beberapa foto yang beredar, Bripda Puput diketahui tengah mengunjungi sebuah gereja kecil bersama sang suami Ahok.
Hal tersebut membenarkan kabar jika demi menikah dengan Ahok, Bripda Puput rela pindah agama.
Saat itu, wanita bernama asli Puput Nastiti Devi terlihat setia menemani sang suami. Dalam foto tersebut, tampilan Bripda Puput juga sukses mencuri perhatian.

Referensi pihak ketiga
Ia tampak manis dengan balutan dress berwarna hitam yang memiliki detail motif berwarna gol sehingga terlihat mewah.
Tak hanya itu, Puput Nastiti Devi juga mempermanis penampilannya dengan tambahan scraf yang melingkar di lehernya. Kali ini ada penampilan baru di tubuh Puput, yakni rambutnya yang sudah mulai memanjang, berbeda dari potret dirinya beberapa waktu silam.
Tampak kebahagiaan di wajah keduanya dengan adanya senyuman di wajah mereka. Tampilan Puput Nastiti Devi saat temani sang suami kunjungan ke Gereja ini terlihat cantik.

Referensi pihak ketiga

Senin, 29 Juli 2019

Junaedi Salat : 'Saya Lihat Allah yang Nggak Nyusahin Itu di Kristen'


Licengsui 081393621657
Junaedi Salat, artis lawas yang memutuskan untuk keluar dari Islam dan masuk Kristen. Keputusannya itu diambil setelah mengaku melihat Yesus di dalam mobil.

Referensi pihak ketiga
Dilansir wowkeren.com 28/7/2019, Junaedi sendiri dikenal sebagai artis yang terkenal melalui film 'Ali Topan Anak Jalanan'. Junaedi mengaku sebagai cucu ulama besar yang memiliki pesantren terbesar di Lampung, yakni KH Abdul Gani. Lantas, ia menikah dengan Mauli, gadis berdarah Batak yang beragama Kristen.

Referensi pihak ketiga
Namun, Junaedi akhirnya mengikuti keyakinan sang istri untuk memeluk Kristen. Keputusannya itu bermula saat ia bertemu Yesus di dalam mobil. Saat hendak pergi ke sebuah studio rekaman setelah bertengkar dengan istrinya, ia berkata "Wahai Yesus jika memang Engkau benar-benar Tuhan, tampakkanlah dirimu!" Tiba-tiba terjadi penampakan Yesus Kristus duduk dalam mobil di sampingnya. Semenjak saat itu Junaedi memeluk agama Kristen.

Referensi pihak ketiga
Dilansir wowkeren.com 28/7/2019, usai memeluk Kristen, Juanedi pun menjadi seorang pendeta. Dalam salah satu ceramahnya, Junaedi mengungkapkan alasannya keluar dari Islam. Menurutnya Islam merupakan agama yang menyusahkan.

Referensi pihak ketiga
“Di Islam kentut saja wudhunya batal. Padahal, Allah maha pengasih dan penyayang. Kok Tuhan malah nyusahin hambanya. Di Kristen bisa kentut sambil nyanyi. Saya lihat Allah yang nggak nyusahin itu di Kristen,” ujar Junaedi.

Referensi pihak ketiga
Bahkan, Junaedi juga sengaja salah menafsirkan ayat Al-Qur-an. "Dalam Surat At Tin ayat 4 dan 5, Allah menciptakan manusia untuk membawa manusia ke dalam api neraka. Jadi saudara kalau mau masuk neraka, masuk Islam aja," tambahnya.
Padahal jika ditafsirkan dengan benar, maka surat tersebut mengingatkan manusia bahwa Allah SWT betul-betul menciptakan manusia, sebagai khalifah di muka bumi ini dengan bentuk yang sebaik-baiknya apabila dibandingkan dengan makhluk yang lain. Allah akan memasukkan manusia ke dalam neraka apabila mereka tidak beriman dan tidak beramal shalih. Sedangkan manusia yang berbuat amal shalih dan beriman maka akan mendapatkan pahala dan kebaikan di dunia dan di akhirat.

Sabtu, 27 Juli 2019

Syahrini Mulai Terbuka Tunjukkan Perut Buncitnya di Restoran, Warganet: 'Gaya Duduknya Gak Bisa Bohong

 


SajianSedap.com - Syahrini mulai terbuka tunjukkan perut buncitnya di restoran.
Warganet pun menambahkan kalau gaya duduknya gak bisa bohong.
Berita tentang kehamilan Syahrini mulai santer terdengar.
Kabar itu diperkuat dengan tingkahnya yang menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Malah warganet menduga Ia baru akan mengumumkannya saat mengadakan pengajian 4 bulanan.
Bukti Kuat Syahrini Hamil
Syahrini diduga kuat hamil lantaran perubahan perut yang tampak berisi.
Selain itu pilihan sepatunya pun tak lagi pakai high heels.
Indikasi baru kehamilan Syahrini tertangkap kamera manajer Aisyahrani yang juga adik Si Cetar.
Sengaja atau tidak, memang ada saja bukti yang mengarahkan penggemar untuk berpikir bahwa Syahrini dan Reino Barack memang akan segera dikaruniai momongan.
Aisyahrani kembali membuat penggemar berspekulasi tentang kehamilan Syahrini pada Sabtu, (20/07/2019).
Di Insta Story-nya, Aisyahrani sedang mempromokan produk kuliner keluarganya yakni Peyek Cetar.
Sambil makan bakso, Aisyahrani nampak menyampaikan bagaimana perasaannya setelah memakan bakso dengan peyek tersebut.
Video Aisyahrani tersebut kemudian diunggah ulang akun penggemar Incess.
Namun bukan pada Aisyahrani, penggemar justru fokus pada benda yang tak sengaja terekam di belakang perempuan itu.
Benda tersebut adalah sebuah kotak susu khusus ibu hamil.
Lantas penggemar pun menduga bahwa susu tersebut milik Syahrini.
Meski demikian, tak diketahui mengenai kepemilikan susu khusus ibu hamil tersebut.
Apakah benda tersebut milik Syahrini, Aisyahrani, atau penghuni rumah lainnya.
Syahrini Mulai Terbuka Tunjukkan Perut Buncitnya di Restoran, Warganet: 'Gaya Duduknya Gak Bisa Bohong''
Petunjuk selanjutnya lagi-lagi datang dari Aisyahrani.
Awalnya Ia membagikan video dan foto-foto keluarganya yang menghabiskan akhir pekan bersama.
Aisyahrani, suami serta anak kembarnya, juga pasangan Syahrini dan Reino Barack terlihat menonton film bersama di bioskop.
Setelahnya, mereka juga makan di sebuah restoran.
Dalam satu video Insta Story-nya, Aisyahrani mengambil rekaman saat Syahrini sedang menghampiri anak perempuannya, Ratu.
Saat itu Ratu terlihat cemberut duduk di strollernya ketika Syahrini mencoba berinteraksi dengan sang bocah.
Artikel berlanjut setelah video berikut ini
"Kaka Ratu tadi nonton apa?," tanya Syahrini pada bocah tersebut.
Namun Ratu tak menyahut dan tetap diam.
Ada pula satu adegan di mana Syahrini menciumi Ratu beberapa kali dan membuat anak Aisyahrani tersebut terlihat tak nyaman namun tetap diam.
Pada saat itulah, Syahrini yang berjongkok di dekat Ratu terlihat mengelus-elus perutnya.
Syahrini Mulai Terbuka Tunjukkan Perut Buncitnya di Restoran, Warganet: 'Gaya Duduknya Gak Bisa Bohong''
Gaya Duduk Syahrini yang Tak Bisa Disembunyikan
Baru-baru ini Aisyahrani kembali membuat warganet berspekulasi tentang kehamilan kakaknya.
Lewat Instagram Story, Ia memperlihatkan Syahrini yang bertemu dengan Ratu dan Raja di sebuah restoran.
Seperti biasa, Syahrini kemudian memeluk Ratu dan menghujaninya dengan pelukan serta ciuman.
Namun sejak awal posisi duduknya sudah membuka kaki.
Perutnya pun jadi sorotan karena banyak warganet yang berkata kalau mereka sudah melihat perut Syahrini yang membesar.
Lagipula saat itu Syahrini memakai flat shoes, bukan heels seperti yang sering digunakannya.
Syahrini mulai terbuka tunjukkan perutnya?'(Instagram.com/renodanrini)
Akhirnya banyak warganet yang meninggalkan kolom komentar di akun Instagram @renodanrini, akun yang mengunggah kembali video itu.
@an***nnn***20 : 'Klu yg uda punya anak psti tau cara dudux orng hamil kaya giman'
@is***mot** : 'Yakin, ibuk hamil dari cara duduk kelihatan..nunggu pengajian 4 bulanan baru diumumuin'
@12***maa : 'Cara tuduknya ibukk yuhuuuuu bentar lagu dpt undangan 4bulanan'
@ai***.f.a : 'Iya.. cara duduknya.. biasanya biar ga sesek klo gitu.. trs sepatunya lepes..'

Menteri Desa: Yang Berani Main-main Dana Desa Akan Kami Tangkap

                                          Licengsui 081393621657 
 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo menegaskan, akan ada tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan penyelewengan dana desa. 
Perangkat desa yang terbukti terlibat penyelewengan akan langsung dipecat.  
"'Bulan madu' sudah selesai. Kalau kemarin diingetin terus, saat ini kalau masih macam-macam lagi, masih main-main, kami tangkap," ujar Eko, di Jakarta, Kamis (10/8/2017).
Untuk mengawasi penggunaan dana desa, pemerintah melibatkan berbagai pihak seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta kementerian lain yang terkait.
"Sudah ada informasi dan data yang lebih lengkap. Jadi tidak mungkin tidak akan ketahuan, karena dana desa yang mengawasi banyak pihak," kata Eko.


Pemerintah juga meminta masyarakat proaktif melaporkan dugaan terjadinya penyalahgunaan dana desa ke Satgas Dana Desa dengan nomor 1500040.
" Dana desa sudah Rp 60 triliun tahun ini. Masyarakat harus bantu lapor jika ada indikasi penyelewengan ke Satgas. Kepala desa juga jangan takut lapor jika ada intervensi," ujar dia.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka setelah menggelar operasi tangkap tangan terkait dana desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (2/8/2017).
Kelima orang tersebut yakni, Bupati Pamekasan Achmad Syafii dan Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan Rudi Indra Prasetya sebagai tersangka.
Kemudian, Kepala Inspektorat Kabupaten Pamekasan, Sucipto Utomo, Kepala Desa Dassok Agus Mulyadi, dan Kepala Bagian Administrasi Inspektorat Kabupaten Pamekasan Noer Solehhoddin.

Viral Pemilik Mobil Kena Tilang Elektronik Gegara Pelat Dipalsu Orang Lain

Viral Pemilik Mobil Kena Tilang Elektronik Gegara Pelat DipalsukanLicengsui 081393621657 
Seorang pemilik mobil Yaris bernopol B-1826-UOR kena tilang elektronik gegara pelat mobilnya dipalsukan. Pelaku diduga menggunakan pelat mobilnya untuk menghindari ganjil-genap.

"Tolong solusinya supaya ga berkelanjutan. Saya kena tilang ETLE/tilang elektronik tanggal gara2 oknum pemalsu plat nomor. Dia sengaja ganti plat dia ke nomor lain (mungkin menghindari ganjil genap). Sayangnya nomor yg dia pake itu punya saya @DivHumas_Polri @TMCPoldaMetro," tulis Radityo Utomo dalam akun Twitternya seperti dilihat detikcom, Sabtu (27/7/2019).

Radityo menejlaskan bahwa dia dikirimi surat tilang elektronik yang tertanggal 18 Juli 2019. Dia heran dengan datangnya surat tilang, karena dia merasa sudah tertib di jalan.

"Jadi minggu ini saya dapet surat tilang elektronik dikirim ke alamat saya tertanggal 18 Juli 2019. Wow perasaan udah sengaja tertib biar ga kena tilang tapi kok masih aja 🤭," imbuhnya.

Dalam surat tilang itu, disebutkan bahwa dia melanggar lalu lintas karena tidak mengenakan sabuk pengaman. Lokasi pelanggaran yang terekam kamera adalah di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada tanggal 18 Juli 2019 pukul 17.30 WIB, padahal saat itu dia tengah cuti.

"Nah waktu akses itulah saya ngerasa aneh. Karena waktu pelanggarannya tgl 18 Juli jam 17.30, di sekitar monas. Sementara itu waktu saya masih cuti dan lagi nemenin istri yg abis lahiran di rumah di daerah Jaktim. Apa iya saya lupa kalo pernah ke Jakpus tanggal segitu?," tulisnya lagi.

Radityo juga melampirkan foto hasil capture tilang elektronik terhadap mobil Yaris B-1826-UOR di akun Twitter-nya. Dia memastikan mobil yang tertangkap kamera melakukan pelanggaran menggunakan pelat mobilnya.

Mobil pelaku yang menyalahgunakan pelat nomor Radityo Utomo.Mobil pelaku yang menyalahgunakan pelat nomor Radityo Utomo. Foto: dok.istimewa (Twitter Radityo Utomo)




Radityo menjelaskan perbedaan mobilnya dengan mobil pelaku. Di mana mobil pelaku yang melanggar berwarna silver, sedangkan mobil miliknya berwarna putih.

"Karena aneh saya teliti lah foto dan video yg ada web nya etle. Jenis mobil dan plat nomornya sih sama dengan mobil saya (Yaris 2012 plat B1826UOR) tapi bentuk grill dan warna mobilnya beda banget. Bisa diliat ini lagi," tuturnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir membenarkan adanya dugaan pemalsuan pelat tersebut. Nasir menyebut, Radityo sudah melakukan konfirmasi atas surat tilang yang 'salah alamat' itu.

Mobil milik Radityo Utomo berbeda dengan ciri mobil pelanggar.Mobil milik Radityo Utomo berbeda dengan ciri mobil pelanggar. Foto: dok.istimewa (Twitter Radityo Utomo)


"Yang bersangkutan telah memberikan konfirmasi langsung ke kita dan menjelaskan bahwa mobil yang ter-capture di kamera bukan miliknya. Sudah konfirmasi selama 10-15 menitan," kata Nasir kepada detikcom, Sabtu (27/7/2019).

Radityo memberikan konfirmasi ke petugas di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya di Pancoran, Jakarta Selatan pada Rabu (24/7) lalu. Kepada petugas, Radityo telah menjelaskan perbedaan-perbedaan kendaraan miliknya dengan kendaraan pelanggar yang diduga menggunakan pelat nomornya.

"Yang bersangkutan menjelaskan 'itu bukan kendaraan saya', secara fisik memang sama dan pelatnya memang sama, tetapi dia menyampaikan ada tanda-tanda khusus pada kendaraannya yang berbeda dengan mobil si pelaku," tutur Nasir.

Ada Ratusan Gay di Tulungagung, 21 Orang Positif HIV/AIDS

21 Pria Penyuka Sesama Jenis di Tulungagung Positif HIV/AIDSLicengsui 081393621657 
Ratusan pria di Tulungagung ditengarai memiliki orientasi seks sesama jenis. 21 Dari ratusan pria tersebut diketahui positif mengidap HIV/AIDS. Jumlah tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan di Dinas Kesehatan Tulungagung.

"Kami melakukan pemeriksaan terhadap 175 LSL (Lelaki Seks Lelaki) atau penyuka sesama jenis, 21 diantaranya positif HIV/AIDS. Mereka yang positif ini langsung kami lakulan penanganan dan diwajibkan untuk minum obat ARV," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung Didik Eka, Rabu (24/7/2019).

Didik mengaku mengalami kesulitan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap 498 lelaki dengan orientasi seks sesama jenis yang ditemukan di Tulungagung. Baru 175 yang dilakukan pemeriksaan. 

"Mereka komunitas yang cukup tertutup dan sulit ditembus, kami bisa menjangkau saja harus melalui komunitas-komunitas itu. Nah untuk bisa mendatangkan sampai tes itu merupakan perjuangan yang sulit dan rumit," ujarnya.

Proses pendekatan masih akan terus diupayakan oleh Dinas Kesehatan Tulungagung serta Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) terhadap sejumlah komunitas LSL. Pihaknya berharap dengan pendekatan secara persuasif tersebut LSL bisa dengan sukarela melakukan tes HIV/AIDS. 

"Ya tentu peran dari kawan-kawan komunitas itu untuk menbantu mereka untuk tes di layanaan kami. Kami tidak bisa mendekati mereka langsung, makanya dari komunitas mendekati mereka dan dengan sukarela datang untuk tes," imbuhnya.

Sebelumnya dari pendataan yang dilakukan Dinkes Tulungagung ditemukam 498 lelaki dengan orientasi seks sesama jenis. Dari ratusan Lelaki tersebut 60 persen diantaranya berstatus pelajar.

Jumat, 26 Juli 2019

Tak Bisa Lunasi Utang dengan Bunga Capai Rp 30 Juta, Seorang Wanita Asal Solo Diancam Akan Dijual Paksa Pihak Peminjaman Online


Licengsui 081393621657 
Wanit asal Solo, YL tak tahu lagi bagaimana cara melunasi utangnya di peminjaman online yang menumpuk.
Gegara bunga utangnya mencapai Rp 30 juta, YL pun sampai diancam akan dijual paksa oleh pihak peminjaman online tempatnya berutang
Padahal utang awal YL hanya sebesar Rp 1 juta belum genap satu bulan, bunga dan denda dikenakan kepadanya mencapai angka puluhan juta.

Melansir Kontan.co.id, YL (51) awal mulanya meminjam sejumlah uang pada peminjaman online bernama Fintech.
Situs peminjaman online ini YL ketahui dari sebuah aplikasi online yang ia download via Playstore.
Melalui kuasa hukumnya dari LBH Solo, I Gede Sukadenawa Putra, YL meminjam sekitar Rp 1 juta lebih untuk biaya sekolah anak.
"Klien kami membutuhkan sejumlah uang untuk biaya anak sekolah anaknya, lalu meminjam pada salah satu pinjaman online," kata Sukadenawa saat jumpa pers, Kamis (25/7/2019).
Wanita asal Solo, Jawa Tengah ini meminjam uang sebesar Rp 1 juta dengan potongan administrasi sebesar Rp 320 ribu.
Total uang yang YL terima saat itu adalah Rp 680 ribu dan belum ada satu bulan.
Dia pinjam belum ada sebulan, dengan tempo satu minggu."
"Begitu tujuh hari lewat, nanti ada bunga Rp 70 ribu per hari, ada biaya keterlambatan, dan berbunga lagi," terang Sukadenawa.
Untuk menutup utangnya yang terus menggunung, lantas dia kembali meminjam uang di pinjaman online lainnya.
"Pokok utang klien kami Rp 4 juta pada 4 aplikasi, kemudian terus menggunung sekarang sudah mencapai Rp 30 juta," lanjut Sukadenawa.
Dan semua utangnya tersebut harus dilunasi dalam tempo waktu tujuh hari.
Parahnya, bila tak mampu melunasi utangnya, pihak peminjaman online tersebut akan melakukan pengancaman kepada YL.
Melansir Tribun Solo, YL diancam akan dijual paksa secara bergilir dengan harga Rp 1,5 juta untuk melunasi hutangnya.
Dalam iklan tersebut, YL bahkan disebut akan menjamin kepuasan bagi siapa yang menggunakan jasanya.
Pihak peminjaman online itu bahkan telah membuat iklannya dan menyebarkannya via WhatsApp.
Saya sudah jatuh tempo, kemudian dia (salah satu dari pinjaman online) menelpon saya, mengejar untuk segera membayar dan meneror saya.
Baru telat sehari sudah diteror. Mereka bikin group Whats App yang ada gambar saya dengan tulisan pelecehan.
Pada Selasa kemarin, dia bikin poster itu dan mengancam akan disebarkan jika saya tidak segera membayar.
"Kemudian dia membuat grup WA yang didalamnya ada saya dan teman-teman saya, dan disebarkan di sana," cerita YL.
YL yang merasa takut pun akhirnya meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum Solo Raya dan Polrestabes setempat.
Dalam surat kuasa, Yl mengaku telah mendapatkan ancaman teror kekerasan, penghinaan serta pencemaran nama baik melalui media teknologi informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Kasus ini akan diperkarakan secara hukum dengan tuduhan ancaman teror kekerasan dan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Dosen Ini Ancam Mahasiswinya Beri Nilai E Jika Tidak Mau Diajak Mesum

Diduga Oknum Dosen UIN Raden Intan Cabuli Mahasiswi, Jika Menolak Diajak Mesum Diberi Nilai E
Licengsui 081393621657 
Diduga oknum dosen UIN Raden Intan lakukan pencabulan terhadap mahasiswi sendiri.
Oknum dosen tersebut bernama Syaiful Hamali warga Korpri Jaya, Kecamatan Sukarame, yang diduga lakukan tindakan pencabulan terhadap mahasiswi berinisial EP.
Dalam persidangan kali ini, Syaiful menjalani sidang lanjutan secara tertutup di ruang Soebakti Pengadilan Negeri Tanjung Karang.
Sidang lanjutan yang dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua Aslan Ainindiagendakan dengan keterangan saksi.
Adapun saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebanyak enam orang.
Ketua tim advokasi perempuan Damar yang mendampingi saksi korban EP, Meda Fatinayanti katakan bahwa ini merupakan sidang yang kedua.
"Jadi ini sudah sidang kedua kalinya," ungkapnya.
Lanjutnya, sidang lanjutan ini diagendakan dengan keterangan saksi.
"Kalau saksi yang disiapkan itu ada sembilan, tapi baru tujuh yang datang, keenamnya dari mahasiswa, dan satu saksi korban," tandasnya.
Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marinata kali ini pihaknya memanggil tujuh saksi termasuk saksi korban.
"Hari ini tujuh saksi, tapi karena waktunya pendek sehingga yang diperiksa baru satu, nanti yang lainnya diperiksa minggu depan," ucapnya.
Dalam dakwaannya, JPU Marinata mengatakan terdakwa telah melakukan perbuatan cabul dengan seorang.
Padahal diketahuinya bahwa orang itu pingsan atau tidak berdaya seperti yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 290 ke-1 KUHP.
JPU menuturkan perbuatan tersebut dilakukan terdakwa pada hari Jumat tanggal 21 Desember 2018 sekitar pukul 13.20 wib saat saksi korban EP hendak mengumpulkan tugas Mandiri mata kuliah Sosiologi Agama II.
"Saksi korban tidak sendirian, dia ditemani oleh temannya," ungkap JPU.
Saksi korban EP bersama IN berada di ruang dosen pengajar untuk menemui dosen pengajar mata kuliah tersebut, yakni terdakwa Syaiful.
Kemudian saksi korban bertemu terdakwa didepan ruang dosen pengajar lalu saksi korban berkata kepada terdakwa “pak ini saya mau ngumpulin tugas karena kemarin pada saat UAS saya keluar duluan jadi tidak tahu bahwa tugas tersebut sudah dikumpul”.
"Terdakwa kemudian masuk kedalam ruangan dosen yang kemudian diikuti oleh saksi korban," ucap JPU.
Lanjutnya, didalam ruangan tersebut terdakwa berdiri membelakangi meja kerjanya dan berhadapan dengan saksi korban yang tengah berdiri.
Kata JPU, saksi korban berkata kepada terdakwa “maaf pak saya terlambat ngumpilin tugas, karena waktu UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu tugasnya dikumpul.”
"Tugas tersebut dibuka-buka sebentar oleh terdakwa lalu tugas tersebut diletakkan terdakwa diatas meja kerja terdakwa," kata JPU.
Selanjutnya, kata JPU, terdakwa melangkahkan kakinya satu langkah mendekati tubuh saksi korban sembari memegang lengan kanan saksi korban sambil berkata lembut “kebiasaan kamu ya”.
Beber JPU, saksi korban menjawab “ya pak minta maaf”, namun tangan kanan terdakwa memegang lengan kiri saksi korban EP sembari mengelus-elus dan dilanjutkan mengelus-ngelus dagu saksi korban sembari berkata “ ini apa?”.
Kata JPU, atas pertanyaan tersebut, saksi korban EP menjawab “jerawat pak”, lalu terdakwa memegang dagu saksi korban dengan tangan kirinya dan dilanjutkan dengan mengelus-ngelus pipi kanan dan kiri saksi korban.
Atas perlakuan tersebut saksi korban merasa takut sehingga melangkah mundur sambil berkata “Bagaimana pak tugas saya diterima apa tidak?”.
"Tapi terdakwa diam saja tidak menjawab," imbuh JPU.
JPU menuturkan terdakwa memandangi saksi korban EP sambil tersenyum, sehingganya saksi korban EP merasa tidak nyaman dan izin pulang.
Namun izin saksi korban EP ditolak dengan menarik tangan kiri saksi korban"
"Sehingga terdakwa dan saksi korban bergeser kearah jendela pojok ruangan lalu terdakwa memegang bahu kanan korban sambil berkata “main dimana yuk”.
"Saksi korban pun menolak," bebernya.
JPU melanjutkan, terdakwa tetap berusaha menahan dengan memegang lengan kiri saksi korban EP.
Lalu saksi korban EP tetap berusaha untuk keluar ruangan namun terdakwa kembali memegang pipi kanan serta buah dada saksi korban EP, dan SP kaget sambil berteriak “eh pak” lalu terdakwa tersenyum kembali.
Tak cukup disitu saja, saksi korban dirangkul pinggangnya sembari ditepuk pantatnya oleh terdakwa.
"Saksi korban pun langsung keluar dan menghampiri rekannya yang tengah menunggu," sebut JPU.
Kata JPU, atas perbuatan terdakwa, saksi korban EP merasa kesal sehingga selalu merasa ketakutan dan berkeringat dingin bila akan menghadap terdakwa.
Tak hanya itu nilai mata kuliah yang diambil oleh saksi korban EP diberikan nilai E oleh terdakwa.
"Dari hasil observasi saksi ahli Psikolog saksi korban saksi korban mengalami keadaan tidak berdaya secara psikis," tandasnya.
Banyak kejanggalan
Tim Penasihat Hukum Syaiful Hamali, Muhammad Suhendra mengatakan dalam persidangan kali ini pihaknya mendengarkan keterangan saksi korban.
"Menurut kami, korban ini banyak kejanggalan seperti yang disampaiakan diluar logika," ungkapnya.
Kata Suhendra, saksi korban saat peristiwa menurut EP ada kemampuan berteriak saat terdakwa melakukan tindakan tapi tidak dilakukan.
"Kemudian ada kemampuan korban untuk membawa saksi lain saat menghadap terdakwa, dan terdakwa sering berkelakuan genit, dari keteranhan tersebut harus dibuktikan"
"Jauh dari membuktikan bahwa terdakwa bersalah kami kuasa hukum akan membuktikan peristiwa ini ada atau tidak," serunya.
Tak hanya itu, Suhendra mengatakan jika saksi melakukan kebohongan terkait tidak adanya tim pencari fakta.
"Korban mengatakan tidak ada peran kampus, ini bertentangan dengan fakta, padahal dibentuknya tim pencari fakta (untuk mencari)"
"Apakah perbuatan yang dilakukan terdakwa itu ada, dan terdakwa bilang tidak ada dan tak pernah dipanggil," sebutnya.
"Sedangkan hasil temuan fakta menyatakan telah melakukan pemanggilan dua kali kepada saksi korban dan saksi korban cenderung melakukan kebohongan"
"Bilangnya di Kotabumi tapi ternyata di Bandar Lampung itu yang akan menjadi bukti kami," tandasnya.