Senin, 22 Juli 2019

Kisah Ken Arok, Dari Seorang Perampok Jadi Raja



Sejarah Ken Arok: Perampok Jadi Raja
Tanpa aspek mistik dan patron di lingkaran kekuasaan, Ken Arok bakal menjadi si bandit yatim jalanan.
Sebelum kita mengenalnya buat menyebut “orang jahat (penodong, perampok, pemeras, dan sebagainya)” serta mengandung peran “swasta” atau untuk menunjuk segala yang-bukan-tentara, lema preman berasal dari vrijman alias ‘orang bebas”. Dipakai pada masa awal abad ke-17, vrijman merujuk orang-orang yang bekerja pada VOC tapi bukan pegawainya. Ia semacam makelar yang melakukan negosiasi-negosiasi atas nama kongsi dagang Hindia Belanda.

Seiring zaman, maknanya bergeser. Jerome Tadie dalam Wilayah Kekerasan di Jakarta (2009) menjelaskan pada awal abad ke-20, vrijman disematkan buat mandor atau pekerja harian tanpa kontrak kerja di perkebunan-perkebunan Sumatera Timur. Dalam beberapa kesempatan, vrijman juga jadi pelindung para kuli lain dari perlakuan buruk tuan Belandanya.

Dalam budaya lain dan periode sejarah yang panjang, preman dikenal dengan sebutan-sebutan lain, dengan medan makna yang mirip. Di Banten dikenal jawara. Sementara di wilayah perdesaan Jawa, ia punya banyak nama: benggolanbrandalweriblaterbromocorah, dan sebagainya, yang punya ciri khas masing-masing.




Di wilayah partikelir di luar tembok Batavia alias Ommenlanden masa kolonial, orang Betawi mengenal sebutan jago dan centeng. Centeng adalah orang-orang kuat yang biasa jadi pengawal tuan tanah atau pejabat kolonial. Sementara jago adalah bandit-bandit yang tidak menghamba pada siapa pun. Mereka biasa merampok orang-orang kaya, dianggap sakti, dan karena itu mereka dihormati warga. 

Ada pula istilah yang lebih baru, yaitu gali alias ‘gabungan liar’ yang muncul sekira 1970-an, merujuk geng pencoleng yang merampok atau berbuat kejahatan lain. Dari penelusuran Tadie, para gali umumnya berasal dari Yogyakarta.

“Baru pada 1978, kata preman muncul untuk pertama kali dengan konotasi kriminal, di dalam sebuah serial roman detektif, yang pertama Ali Topan, Detektip Partikelir, yang menyenaraikan sejumlah nama yang disebut preman. [...] Pada 1980, surat kabar mulai menggunakan kata itu dengan arti mutakhir,” tulis Tadie (hlm. 213).


Tapi, preman, jago, atau gali bukanlah istilah yang berdimensi tunggal. Ia tak selamanya merujuk hanya pada krimanalitas. Di Sumatera Timur pada awal abad ke-20, preman bisa juga akronim dari ‘prei makan’. Para jago di sana jadi pelindung kuli dan, sebagai balas jasanya, bisa makan gratis.

Karena itu, terlepas dari unsur kekerasannya, para preman punya reputasi sebagai penjamin keamanan. Mereka adalah tokoh yang ambivalen. Ia bisa menjadi penolong yang dihormati tapi biasa dianggap penjahat. Pemaknaan itu bergantung dari siapa yang melabelinya.

Tadie merumuskan, “Preman hanya ditengarai dalam hubungan dengan lingkungannya, keterlibatannya dalam masyarakat, dan bukan kegiatannya, karena tak seorang pun mengetahuinya secara jelas. Jatidirinya ditetapkan oleh orang lain, oleh penduduk, tetapi juga oleh yang berwenang.”

Perampok Jadi Raja 

Mungkin sosok proto-preman paling terkenal dalam sejarah kerajaan kuna di Jawa adalah Ken Arok. Muasalnya adalah kekerasan, menurut sejarawan Onghokham, merupakan salah satu soko tegaknya kerajaan-kerajaan kuna, selain bersandar pada konsep dewa-raja.

Filolog dan arkeolog Johannes Gijsbertus de Casparis menyebut di daerah yang terpengaruh Indianisasi, sejak awal abad masehi ada fenomena seorang gembong bandit yang jadi raja.

“Banyak raja pertama Jawa berasal dari kalangan jago. Misalnya Ken Arok, Senapati, dan lain-lainnya. Selanjutnya, karena diperlukan unsur paksaan dari atas terhadap masyarakat, penggunaan para jago berjalan terus. Mereka merupakan unsur penting dalam sistem pemerintahan tradisional,” tulis Onghokham dalam Wahyu yang Hilang Negeri yang Guncang (2003, hlm. 180).

Jerome Tadie dan sejarawan Denys Lombard juga menempatkan Ken Angrok secara khusus. Kisahnya tersaji cukup detail dalam kitab klasik Pararaton. Ditulis sekira abad ke-16, bab pertama kitab ini berkisah tentang masa muda Ken Angrok hingga bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwa Bhumi, pendiri Kerajaan Singhasari.

Terlepas dari mitos-mitos yang melingkupinya, Keng Angrok adalah arketipe bagi generasi bandit setelahnya.

Ken Angrok dikisahkan berayah Dewa Brahma dan beribu seorang petani biasa. Ia lahir dilingkupi cahaya yang membuat ibunya takut dan meninggalkannya. Bayi Ken Angrok lalu ditemukan dan diasuh oleh seorang pencuri bernama Lembong.

Tentu saja Lembong mengajarinya keahlian mencuri. Tapi, di samping itu, Ken Angrok menjadi penggembala sapi. Hingga suatu hari, ia kehilangan sapi-sapi gembalaannya. Karena takut pada murka Lembong, Ken Angrok lantas kabur.

Sejak itulah ia terjerumus lebih dalam ke dunia kriminal. Bersama ayah angkat barunya, Bango Samparan, ia jadi penjudi. Ia juga menjalin persahabatan dengan pemuda bernama Tita dan memulai kiprahnya sebagai bandit desa. Gara-gara ulahnya, sering kali Ken Angrok jadi buronan Tunggul Ametung, seorang penguasa Tumapel.

Sewaktu jadi buron, Ken Angrok dengan mudah bersembunyi di kampung-kampung petani. Ia menyaru dengan cara mengabdi kepada seorang pengrajin emas bernama Mpu Palot. Ia bukannya tak pernah diceritakan tertangkap. Tapi, ia selalu dilepaskan ketika para penangkapnya mendapat suatu bisikan gaib.

Malapetaka dan Mistik

Fragmen kehidupan Ken Angrok muda itu memberikan gambaran awal bagaimana mulanya seorang bandit tumbuh. Sebagaimana ditengarai Eric Hobsbawm dalam Bandits (2001), perbanditan semula muncul di masyarakat pertanian di daerah pinggiran suatu negeri.

“Bandit sosial pada intinya para petani pelanggar hukum yang dianggap kriminal oleh penguasa dan negara, tetapi tetaplah bagian dari masyarakat petani,” tulis Hobsbawm (hlm. 20).

Dalam kasus Ken Angrok, jelasnya lingkungan ia tumbuh adalah perdesaan bercorak agraris di pelosok timur Gunung Kawi—kini daerah Malang. Di masa ia hidup, negara sentralnya adalah Kediri yang pusatnya di barat gunung di dekat Sungai Brantas. Keakraban dengan lingkungannya membuatnya dengan mudah bersembunyi dan menjauh dari jangkauan aparat Kerajaan Kediri.

Jerome Tadie (hlm. 227) mengamati motif seseorang jadi bandit dari fragmen ini. Menurutnya, nasib sial adalah pemicunya, sebagaimana Ken Angrok terjerumus karena kabur setelah gembalaannya raib. Ia pun sebenarnya sial dari sejak ditinggalkan begitu saja oleh ibunya. Hal macam ini kemudian ditemukan pula dalam kisah Si Pitung.

Sementara dalam pandangan Hobsbawm yang lebih realistis, kesialan itu bisa berarti ada kemiskinan akut atau krisis ekonomi. Menurutnya, keadaan itu memang memicu epidemi perbanditan. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari gagal panen, bencana alam, atau perang.

“Semua malapetaka semacam itu cenderung menggandakan perbanditan dari satu jenis atau lainnya. [..] terutama jika pemerintah lemah atau terpecah belah,” tulis Hobsbawm (hlm. 26).

Tengara lain yang teramati adalah campur tangan kekuatan gaib. Selain bisikan-bisikan gaib yang membuat Ken Angrok dibebaskan walau sudah tertangkap, aspek mistik tampak dari cahaya yang melingkupinya saat lahir.

Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya jilid 3 (2018, hlm. 174) menyinggung, “Pada suatu malam, ketika Ken Angrok sedang tidur, sekawanan kelelawar tampak keluar dari ubun kepalanya, tanda pasti masa depannya bakal gemilang.”

Aspek mistik ini tak terelakkan dalam dunia bandit Jawa kuna, demikian menurut Hobsbawm (hlm 44). Ia menekankan, “gerombolan ‘rampok’ yang tradisional secara esensial adalah ‘formasi kelompok yang memiliki sifat-dasar mistik-sihir.” 

Lagi-lagi, aspek mistik ini terus hidup dan menjadi penting dalam kisah jago-jago di Ommelanden Batavia pada abad ke-19, yang konon punya ilmu kebal.



Infografik HL Indepth Preman Nasional

Patron ke Kekuasaan

Pararaton memperlihatkan meski kekuatan mistik itu jadi bagian dari diri Ken Angrok muda, ia tak sepenuhnya menguasainya. Karena itulah ia ditakdirkan bertemu dengan brahmana Lohgawe yang kemudian jadi pembimbingnya. Melalui Lohgawe pula, Ken Angrok mendapat akses ke kaum penguasa.

Berkat posisi Lohgawe, Ken Angrok dikenal oleh Tunggul Ametung dan istrinya Ken Dedes. Ia juga berkawan dengan Kebo Ijo, seorang bangsawan Tumapel. Relasi-relasi inilah yang kemudian dimanfaatkannya untuk panjat sosial dan bahkan merebut kekuasaan Tumapel.

Ambisi Ken Angrok nyatanya tak hanya menguasai Tumapel. Tak berapa lama, setelah itu Kerajaan Kediri yang dipimpin Raja Kertajaya limbung. Raja itu berseteru dengan para brahmana yang menolak tunduk.

Memanfaatkan situasi itu, Ken Angrok menyerang Kediri. Kali ini ia tampil sebagai pembela hak kaum brahmana. Ia menang. Pada 1222, Kerjaan Singhasari memulai sejarahnya.  

“Kasus Ken Arok, sebagai asal-usul mitos seorang perampok yang menjadi raja, mengandung unsur lain yang membentuk jatidiri preman masa kini, yang menjadi bagian atribut dan aspirasinya: kemungkinan untuk memperoleh masa pensiun bermartabat dan mencapai kekuasaan,” tulis Jerome Tadie (hlm. 228).

Akhir cerita ini jelas menunjukkan relasi-relasi antara preman dan elite politik adalah fenomena kuna. Pola-pola itu terus berlangsung hingga kini, meski dengan konteks yang berbeda-beda seiring perubahan zaman. 

Jadi, bukan hanya penguasa yang memanfaatkan para bandit untuk menegakkan kekuasaannya. Sebaliknya, bandit-bandit pun memanfaatkan relasi itu untuk tujuan-tujuan politik atau ekonominya sendiri. 

Penulis: Fadrik Aziz Firdausi
Editor: Fahri Salam


Jelaskan Soal Bambu Gak Nyambung PSI Kritik Anies Masih Gunakan Sentimen Ras Tertentu

Licengsui 081393621657 



Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat memberi penjelasan soal anggaran bambu Getah Getih. Dia heran karena Anies harus menyebut ‘Tiongkok’.
“Kenapa Pak Anies harus menyebut Tiongkok untuk menjelaskan soal anggaran Rp 550 juta anggaran yang digelontorkan? Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Anies adalah narasi konsisten dalam upaya membangkitkan sentimen tertentu di mata publik,” kata Tsamara dalam keterangan tertulis, Minggu (21/7/2019).
“Dulu istilah yang digunakan pribumi, sekarang tiba-tiba bahas impor besi dari Tiongkok, apa kaitannya?” tambahnya.
Menurut Tsamara, Anies harusnya profesional dalam menjelaskan soal bambu senilai Rp 550 juta itu. Dia meminta Anies tidak membuat narasi ‘aneh-aneh’.
“Sebagai gubernur, Pak Anies profesional saja dalam menjelaskan. Kalau menurutnya itu hanya untuk Asian Games ya sudah cukup jelaskan tidak usah membangun narasi aneh-aneh yang justru bangun sentimen,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, bambu Getah Getih dibongkar usai berdiri di Bundaran HI selama 11 bulan. Kritik lalu datang dari anggota DPRD DKI. Anies kemudian menjawab kritik tersebut.
“Anggaran itu ke mana perginya, perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).
Anies menuturkan proyeksi awal instalasi bambu tersebut memang hanya enam bulan. Dia menyebut instalasi dibuat hanya untuk menyambut Asian Games.
“Proyeksinya 6 bulan, memang bambu ada masa hidupnya. Alhamdulillah sekarang bisa 11 bulan. Semua yang kita pasang kemarin dalam rangka Asian Games,” jelas Anies.

Jelaskan Soal Bambu Gak Nyambung PSI Kritik Anies Masih Gunakan Sentimen Ras Tertentu

Licengsui 081393621657 
Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat memberi penjelasan soal anggaran bambu Getah Getih. Dia heran karena Anies harus menyebut ‘Tiongkok’.
“Kenapa Pak Anies harus menyebut Tiongkok untuk menjelaskan soal anggaran Rp 550 juta anggaran yang digelontorkan? Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Anies adalah narasi konsisten dalam upaya membangkitkan sentimen tertentu di mata publik,” kata Tsamara dalam keterangan tertulis, Minggu (21/7/2019).
“Dulu istilah yang digunakan pribumi, sekarang tiba-tiba bahas impor besi dari Tiongkok, apa kaitannya?” tambahnya.
Menurut Tsamara, Anies harusnya profesional dalam menjelaskan soal bambu senilai Rp 550 juta itu. Dia meminta Anies tidak membuat narasi ‘aneh-aneh’.
“Sebagai gubernur, Pak Anies profesional saja dalam menjelaskan. Kalau menurutnya itu hanya untuk Asian Games ya sudah cukup jelaskan tidak usah membangun narasi aneh-aneh yang justru bangun sentimen,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, bambu Getah Getih dibongkar usai berdiri di Bundaran HI selama 11 bulan. Kritik lalu datang dari anggota DPRD DKI. Anies kemudian menjawab kritik tersebut.
“Anggaran itu ke mana perginya, perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).
Anies menuturkan proyeksi awal instalasi bambu tersebut memang hanya enam bulan. Dia menyebut instalasi dibuat hanya untuk menyambut Asian Games.
“Proyeksinya 6 bulan, memang bambu ada masa hidupnya. Alhamdulillah sekarang bisa 11 bulan. Semua yang kita pasang kemarin dalam rangka Asian Games,” jelas Anies.

Mendengarkan Musik Pakai Headset Berpotensi Merusak Pendengaran

Mendengarkan Musik Pakai Headset Pengaruhi Pendengaran

Licengsui 081393621657 
Mendengarkan musik adalah salah satu cara untuk menikmati hidup. Tidak sedikit orang yang lebih produktif saat bekerja sambil mendengarkan musik yang mereka sukai atau untuk meluapkan rasa sedih karena ditinggal kekasih.
Namun, terlalu sering mendengarkan lagu pakai headset dengan volume tinggi dapat membahayakan pendengaran Anda.
1. Volume suara tidak lebih dari 60 persen
American Osteopathic Association melansir, MP3 Player pada ponsel memiliki suara hingga 120 desibel. Jumlah tersebut setara dengan suara saat konser musik yang cukup membuat telinga sakit.
Pemakaian headset dengan volume setinggi itu dapat merusak pendengaran Anda hanya dalam 15 menit. Oleh karena itu, disarankan agar tidak menaikkan volume headset lebih dari 60 persen batas maksimal.
2. Tidak lebih dari satu jam memakai headset
Sangat disarankan tidak mendengarkan lagu pakai headset selama lebih dari satu jam, walaupun mendengarkan musik dengan volume yang rendah.
Biarkanlah telinga Anda beristirahat setelah satu jam menggunakan headset.
3. Tidak memakai headset di tempat berisik
Mungkin kita tidak ingin mendengar kebisingan di sekitar kita dan memilih memakai headset agar tidak terganggu, namun suara keras melebihi 80 desibel dapat merusak telinga dalam sekejap.
Oleh karena itu, hindari penggunaan headset di lingkungan berisik karena akan membuat Anda mengencangkan volume musiknya.
Mendengarkan musik boleh-boleh saja, namun tetap perhatikan volume suara dan waktu pemakaian headset yang dapat mempengaruhi pendengaran Anda.

China Sebut Etnis Uighur Dipaksa Memeluk Islam

China Sebut Etnis Uighur Dipaksa Memeluk Islam

Licengsui 081393621657 
Pemerintah China menyatakan etnis Uighur adalah bagian tidak terpisahkan dari negara mereka. Negeri Tirai Bambu juga mengklaim orang-orang Uighur mulanya tidak memeluk Islam tetapi dipaksa akibat dari penaklukkan di masa kekaisaran.

Klaim itu disampaikan pemerintah China dalam sebuah dokumen yang dirilis pada Minggu (21/7) kemarin. Pemerintah China menyatakan bahwa wilayah Xinjiang merupakan bagian negaranya yang tak terpisahkan, meskipun kelompok ekstremis terus berupaya memutarbalikkan sejarah dan fakta-fakta guna memecah belah China.


Melalui buku putih yang dikeluarkan Kantor Informasi Dewan Negara, pemerintah China menyebut minoritas Muslim Uighur di Xinjiang telah dijadikan alat politik demi kepentingan kelompok pro Turki dan pro Islam. Menurutnya, anggapan bahwa minoritas Muslim Uighur itu keturunan Turki adalah keliru.

Pemerintah China juga mengatakan Islam bukan satu-satunya sistem kepercayaan ataupun agama asli dari etnis Uighur. Menurut pemerintah China, Islam menyebar di Xinjiang sebagai dampak ekspansi Kesultanan Arab.


Oleh karena itu, "teokrasi" dan "supremasi agama" yang terjadi diyakini pemerintah China sebagai suatu pengkhianatan yang perlu ditentang.


"Kekuatan musuh di dalam dan di luar China, khususnya kelompok separatis, ekstremis agama dan teroris, telah mencoba memecah belah China dan membelahnya dengan cara memutarbalikkan sejarah dan beberapa fakta," demikian isi buku putih itu.

"Pasukan musuh asing dan kelompok separatis, kaum ekstremis agama dan pasukan teroris yang telah bersekongkol untuk mengubah sejarah, akan dibuang oleh sejarah dan orang-orang," demikian pernyataan resmi pemerintah yang dikeluarkan Minggu kemarin.

Dalam buku putih itu, pemerintah China menekankan bahwa Xinjiang telah menjadi bagian dari China sejak dinasti Han pada abad ketiga. Sementara, orang-orang serta budaya etnik di sana terbentuk melalui proses migrasi dan integrasi yang panjang.



Beijing dituding melakukan persekusi dan diskriminasi terhadap etnis minoritas Uighur. Setidaknya ada satu juta etnis Uighur yang diyakini telah ditahan di sejumlah kamp konsentrasi di Xinjiang, yang disebut pemerintah sebagai pusat pelatihan guna menekan penyebaran kelompok ekstremis Islam.
 

Akun FB Ini Ajak Ribuan Orang Untuk Menantang Ratu Kidul Dengan Berpakaian Hijau di Pantai Parangtritis

Pengunjung bermain air di kawasan Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta

icengsui 081393621657 
Di Amerika Serikat sedang heboh jutaan orang bakal menyerbu Area 51 yang diduga menjadi markas alien. Nah di Indonesia tak mau kalah. Belakangan beredar status ajakan menyerbu Pantai Parangtritis di Facebook. Ajakan penyerbuan pantai di Yogyakarta itu menantang Nyi Roro Kidul. Peserta diminta mengenakan baju hijau.  
Keyakinan warga setempat memakai baju hijau saat di Pantai Parangtritis memang terlarang. Baju hijau dinilai sebagai menantang Nyi Roro Kidul. 
Ada kemiripan dari ajakan penyerbuan Area 51 dan Pantai Parangtritis. Di Negeri Paman Sam, jutaan orang dijadwalkan menyerbu markas alien itu pada 20 September 2019. Sedangkan serbuan menantang Nyi Roro Kidul dijadwalkan pada Minggu 22 September 2019. 

"Arena Area 51 terlalu jauh, kita pilih spot lain yang sama menantangnya. Kita sebut saja Area +62. Katanya kalau pakai baju hijau ke pantai parangtritis nanti bisa ilang sama Nyi Roro Kidul. Kalau ada ribuan orang nyerbu masa iya ilang masal," tulis rincian agenda tersebut.
Nah, ajakan menyerbu Pantai Parangtritis yang diselenggarakan oleh Alfi Syahr ini kini menjadi viral di media sosial.
MENURUT HALAMAN AGENDA DI FACEBOOK, SEKITAR 3,6 RIBU MENGONFIRMASI AKAN HADIR MENYERBU DAN MENANTANG NYI RORO KIDUL DAN 9,7 RIBU TERTARIK UNTUK MENGIKUTI AGENDA TERSEBUT. BELUM DIKETAHUI APAKAH ACARA SERBUAN KE PANTAI PARANGTRITIS INI BETULAN ATAU TIDAK. SANG PENGGAGAS ACARA, ALFI SAAT DIMINTAI KONFIRMASI PENGGUNA DI AKUN FACEBOOKNYA BELUM MENJAWAB. NAMUN DALAM POSTINGANNYA, ALFI MENULISKAN DENGAN KATA-KATA BERNADA CANDAAN. “BANTU RAMAIKAN WKWK. 

Akun FB Ini Ajak Ribuan Orang Untuk Menantang Ratu Kidul Dengan Berpakaian Hijau di Pantai Parangtritis

Pengunjung bermain air di kawasan Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta

Photo :
  • ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Licengsui 081393621657 

Di Amerika Serikat sedang heboh jutaan orang bakal menyerbu Area 51 yang diduga menjadi markas alien. Nah di Indonesia tak mau kalah. Belakangan beredar status ajakan menyerbu Pantai Parangtritis di Facebook. Ajakan penyerbuan pantai di Yogyakarta itu menantang Nyi Roro Kidul. Peserta diminta mengenakan baju hijau.  
Keyakinan warga setempat memakai baju hijau saat di Pantai Parangtritis memang terlarang. Baju hijau dinilai sebagai menantang Nyi Roro Kidul. 

Ada kemiripan dari ajakan penyerbuan Area 51 dan Pantai Parangtritis. Di Negeri Paman Sam, jutaan orang dijadwalkan menyerbu markas alien itu pada 20 September 2019. Sedangkan serbuan menantang Nyi Roro Kidul dijadwalkan pada Minggu 22 September 2019. 
"Arena Area 51 terlalu jauh, kita pilih spot lain yang sama menantangnya. Kita sebut saja Area +62. Katanya kalau pakai baju hijau ke pantai parangtritis nanti bisa ilang sama Nyi Roro Kidul. Kalau ada ribuan orang nyerbu masa iya ilang masal," tulis rincian agenda tersebut.
Nah, ajakan menyerbu Pantai Parangtritis yang diselenggarakan oleh Alfi Syahr ini kini menjadi viral di media sosial.
Menurut halaman agenda di Facebook, sekitar 3,6 ribu mengonfirmasi akan hadir menyerbu dan menantang Nyi Roro Kidul dan 9,7 ribu tertarik untuk mengikuti agenda tersebut. Belum diketahui apakah acara serbuan ke Pantai Parangtritis ini betulan atau tidak. Sang penggagas acara, Alfi saat dimintai konfirmasi pengguna di akun Facebooknya belum menjawab. Namun dalam postingannya, Alfi menuliskan dengan kata-kata bernada candaan. “Bantu ramaikan wkwk. 

Grooming, Modus Baru Pelecehan Seksual terhadap Anak

Mengenal Grooming, Modus Baru Pelecehan Seksual terhadap AnakLicengsui 081393621657 
Bareskrim Polri menangkap pelaku pencabulan terhadap anak lewat media sosial (grooming). Grooming terbilang sebagai modus baru yang kini dipakai oleh pelaku kejahatan terhadap anak. Lantas apa dan bagaimana groomingdipraktikkan?

Kasus terbaru dilakukan tersangka berinisial TR (25), yang merupakan narapidana di Surabaya. Dia menggunakan akun palsu untuk mendapatkan foto ataupun video korbannya.

"Setelah komunikasi, tersangka memerintahkan kepada anak untuk melakukan kegiatan, untuk melakukan apa yang diperintahkan, apa yang diperintahkan, yaitu membuka pakaian. Kemudian, lebih dari itu, si anak disuruh menyentuh bagian intimnya," kata Wadirtipid Siber Bareskrim Polri Kombes Asep Safrudin di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).


Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan KPAI tentang adanya guru yang mengadu akun media sosialnya dipalsukan. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mendapati akun guru tersebut dipalsukan tersangka.

Dalam aksinya, tersangka mengambil foto salah seorang guru di akun Instagram. Foto tersebut lalu digunakan untuk membuat akun baru yang mengatasnamakan guru tersebut.

Lewat akun palsu itu, tersangka meminta akun WhatsApp milik korban. Foto dan video cabul yang diminta tersangka lalu dikirim lewat WhatsApp.

Asep mengatakan grooming adalah tahapan dari modus operandi yang dilakukan pelaku setelah membuat akun palsu. Asep menjelaskan groomingadalah proses meyakinkan korban untuk segera mengirimkan gambar telanjang, alat kelamin, dan didokumentasikan melalui video via direct message(alias pesan privat di medsos atau DM) atau WhatsApp (WA).

"Hasil penelusuran, lebih dari 1.300 dalam akun e-mail-nya tersangka ada 1.300 foto dan video, semua anak tanpa busana. Yang sudah teridentifikasi ada 50 anak dengan identitas berbeda," ungkapnya.

Apa itu Grooming?


Merujuk pada definisi lembaga internasional Masyarakat untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Anak-anak atau National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), grooming merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan hubungan emosional dengan seorang anak atau remaja sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan mereka. Di banyak negara, groomingsudah marak menjadi modus kejahatan pelaku pelecehan seksual anak.

Siapa pun dalam hal ini bisa menjadi seorang groomer(pelaku grooming). Tak peduli berapa usianya atau apa jenis kelaminnya. Bahkan seorang groomer bisa muncul dari dalam lingkungan keluarga sendiri. Proses grooming ini bisa dilakukan dalam waktu singkat atau lama. Tergantung bagaimana seorang groomer menjalankan aksinya. Seorang groomer yang berhasil akan mampu membangun sosoknya tampak berwibawa di hadapan korbannya.

Jenis hubungan yang dibangun oleh seorang groomerbisa beragam. Bisa sebagai seorang kekasih, mentor, atau figur yang diidolakan oleh sang anak. Platform yang digunakan oleh seorang groomer juga bermacam-macam, mulai situs media sosial, e-mail, WhatsApp, atau chat forum.

Taktik Groomer dan Ciri-ciri Korbannya

Biasanya groomer punya beragam taktik ketika menjalankan aksinya. Mulai berpura-pura menjadi menjadi kawan sebaya, memberikan hadiah, mengajak jalan-jalan, memberi perhatian atau memberi nasihat. Namun modus groomer memang sulit disadari oleh korbannya. Ciri-ciri seorang anak yang terindikasi menjadi korban grooming bisa terlihat. Berikut ini ciri-cirinya:

1. Menjadi sangat tertutup
Mereka yang menjadi korban grooming biasanya menjadi sangat tertutup, bahkan untuk hal-hal yang biasanya lazim diketahui orang lain.

2. Punya pacar lebih tua
Biasanya mereka terindikasi memiliki pacar yang lebih tua.

3. Memiliki barang baru dan uang berlebih
Seorang anak yang menjadi korban groomingbiasanya juga memiliki barang baru dan uang lebih. Biasanya ini merupakan hasil pemberian si groomer.

4. Mudah tertekan dan sensitif
Seorang anak korban grooming biasanya memiliki sifatnya yang agak berbeda. Mereka akan mudah tertekan dan menjadi sensitif.

Jika Anda melihat ciri-ciri ini pada anak Anda ataupun orang terdekat, segeralah mencari tahu lebih dalam terkait perubahan sang anak. Apabila terbukti si anak menjadi korban grooming, lekaslah melaporkannya ke polisi.